• Minggu, 5 Desember 2021

Dana Membengkak, Proyek Kereta Cepat Bandung Jakarta Jadi Sorotan

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 23:34 WIB
Proyek Kereta Cepat Bandung Jakarta
Proyek Kereta Cepat Bandung Jakarta

JAKARTA, INILAHNEWS - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tengah jadi sorotan. Selain dana yang membengkak, juga terkait pengunaan dana APBN.


Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KAI (Persero) Salusra Wijaya mengatakan, kebutuhan investasi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) membengkak atau mengalami cost overrun (kelebihan biaya) menjadi 8 miliar dollar AS atau setara Rp 114,24 triliun.


Salusra menjelaskan biaya awal pembangunan KCJB adalah 6,07 miliar dollar AS atau sekitar Rp 86,5 triliun. Dengan adanya perkiraan pembengkakan anggaran mencapai 8 miliar dollar AS artinya terdapat kenaikan sekitar 1,9 miliar dollar AS atau setara Rp 27,09 triliun.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Luhut Tangani Percepatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung


"Jadi ada kenaikan kira-kira 1,9 miliar dollar AS dengan komposisi yaitu Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan Non-EPC 80 persen banding 20 persen," jelasnya.


Kementerian BUMN Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut bahwa pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah hal wajar. Dia menyebut, adanya pandemi Covid-19 menjadi biang kerok terhambatnya proyek ini yang pada akhirnya berdampak pada biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung bengkak.


“Jadi hanya kemarin masalah corona ini membuat semuanya jadi terhambat, jadi jangan diplintir ini ada hal-hal lain dan sebagainya gitu ya. Dan pembengkakan-pembengkakan itu adalah hal yang wajar, namanya juga pembangunan awal dan memang itu membuat beberapa hal agak terhambat,” katanya.


Arya menilai, dalam pelaksanaan dan progresnya, sebenarnya capaian proyek ini sangat bagus karena sudah mencapai hampir 80 persen. Dengan capaian itu, pemerintah ingin pembangunan ini terus berlanjut dan jangan sampai tertunda.

Baca Juga: Waspada, Potensi Gelombang Ketiga Penularan Covid-19 di Indonesia


Karena itu, pemerintah memutuskan adanya pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pakai APBN. “Di mana-mana kemunduran-kemunduran yang sebelumnya itu akan menaikkan cost, itu sudah pasti. Jadi inilah langkah yang harus diambil supaya pembangunan yang 80 persen dan sangat bagus ini, itu bisa tetap terlaksana,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

Raffi Ahmad Doakan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah

Jumat, 5 November 2021 | 08:39 WIB

Hercules Taubat, Kini Ia Memeluk Agama Islam

Senin, 27 September 2021 | 15:49 WIB

Polisi Tangkap FN Pelaku prostitusi Online di Bandung

Rabu, 8 September 2021 | 13:35 WIB

MC Kondang Koes Hendratmo Meninggal Dunia

Selasa, 7 September 2021 | 22:55 WIB

Cafe Holywings Kemang Kena Sanksi Tutup 3 Hari

Selasa, 7 September 2021 | 00:15 WIB

MS Mengaku Kerap Menerima Pelecehan Dikantor KPI

Jumat, 3 September 2021 | 14:29 WIB
X