• Kamis, 28 Oktober 2021

Petisi ‘Batalkan kartu Vaksin’ Viral di Medsos, Ini Kata Pemerintah

- Selasa, 21 September 2021 | 22:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, INILAHNEWS - Petisi 'Batalkan Kartu Vaksin' viral di media sosial. Petisi di situs change.org itu 'dibuat'akun dengan nama Lis Sinatra dan ditujukan kepada Kementerian Kesehatan RI dan Presiden Joko Widodo. Pada pukul 10.28 WIB, sebanyak 11.459 sudah menandatangani petisi ini.


Petisi ini dimaksudkan agar pemerintah meninjau kembali kebijakan penggunaan kartu vaksin sebagai syarat bepergian maupun masuk ke fasilitas publik seperti mal, mengingat tidak semua orang bisa memenuhi syarat untuk divaksinasi.
Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati, mengatakan kemungkinan orang yang melakukan petisi tersebut belum mengerti tentang fungsi dari vaksinasi COVID-19.

"Saya optimis yang melakukan petisi itu, satu mungkin belum terlalu paham betapa data menunjukkan 90 persen yang terinfeksi COVID dan bahkan mengalami hal-hal buruk itu salah satunya karena belum vaksin," kata Devie dalam diskusi di kanal YouTube Forum Merdeka Barat 9, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Kolaborasi Vaksinasi Percepat Terbentuknya Herd immunity

Sementara itu, juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksinasi COVID-19 dapat mengurangi tingkat keparahan sakit apabila seseorang tetap terinfeksi virus Corona meski sudah divaksinasi.

Artinya, kata dr Nadia, syarat kartu vaksin COVID-19 ini bertujuan untuk melindungi masyarakat. Terlebih dengan adanya penyebaran virus Corona varian Delta (B1617.2) yang tingkat penularannya sangat tinggi.

"Tentunya penggunaan kartu vaksin yang ada di PeduliLindungi itu yang kita tahu digunakan dalam persyaratan perjalanan, masuk ke mal, restoran atau aktivitas lain di tempat kerja, sektor transportasi ini sebenarnya bertujuan untuk memberikan perlindungan keselamatan masyarakat yang melakukan aktivitas di tempat publik," kata dr Nadia dalam kesempatan terpisah.

"Artinya, ini menjaga masyarakat untuk tidak tertular dari masyarakat lain dan dirinya sendiri itu tidak menjadi sumber penularan orang lain. Jadi ini bukan paksaan vaksinasi sebetulnya. Ini adalah menjaga kita semua. Menjaga masyarakat," sambungnya.***

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

X