• Kamis, 28 Oktober 2021

Sertifikat Vaksin Palsu Diperjualbelikan, Ini kata kemenkes

- Kamis, 16 September 2021 | 17:25 WIB
ilustrasi
ilustrasi

INILAHNEWS – kasus sertifikat vaksin Covid-19 yang diperjualbelikan jadi perbicangan di media sosial maupun e-commerce. Satgas pun memperketat pemeriksaan dan menerapkan sistem berbasis digital mulai hari ini.


Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperketat pemeriksaan di beberapa titik dan berbasis digital. Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito mengatakan, sistem pemeriksaan kartu vaksin corona di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng diperketat mulai hari ini.


"Kami menerapkan secara online. Disesuaikan dengan basis data PCR dan vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," katanya kepada awak media, Senin 19 September 2021.

Baca Juga: Forkopimda Jatim Suntik Vaksinasi Lansia Di Magetan


Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, beredarnya sertifikat palsu itu dinilai sangat berbahaya, mengingat aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang telah dibuat untuk syarat perjalanan dengan menunjukkan kartu vaksin tidak akan berjalan dengan lancar.


Pasalnya, syarat perjalanan dengan menunjukkan kartu vaksin bukan sekadar syarat belaka, hal ini bertujuan setidaknya bisa mengurangi laju penularan kepada orang-orang yang akan ditemui nantinya di perjalanan maupun di tempat tujuan. Sebab, vaksin Covid-19 mampu melindungi tubuh seseorang dari infeksi virus corona.


“Hal seperti ini tentunya merupakan bentuk penipuan, apalagi kalau ada sertifikat tanpa melalui proses vaksinasi, ini tentunya sudah masuk ke ranah pidana dan harus diberikan sanksi dan hukuman oleh penegak hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Tinggal Kota Blitar, Hampir Seluruh Daerah Di Jatim Masuk Zona Kuning


Akan tetapi, Nadia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu khawatir atau bahkan ikut-ikutan mengambil kesempatan untuk membeli sertifikat vaksin palsu tersebut.


Pasalnya, Nadia menyebut QR code dalam sertifikat palsu ini ketika diperiksa petugas dalam perjalanan tentunya tidak bisa dibaca sehingga akan menyulitkan penggunanya sendiri.

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

X