• Kamis, 28 Oktober 2021

Petani Jagung Dan Peternak Jatim Menjerit, Kinerja Pemprov Jatim Lemot

- Kamis, 9 September 2021 | 17:17 WIB
demo petani di Blitar(detik.com)
demo petani di Blitar(detik.com)

SURABAYA, INILAHNEWS- Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari mempertanyakan kinerja pemprov Jatim yang terkesan lamban dalam menangani persoalan petani, khususnya petani jagung dan peternak di Jatim yang saat ini alami keterpurukan. Kritikan dilontarkan Agatha pasca penangkapan seorang pria di Blitar yang membentangkan poster meneriakkan aspirasinya saat kunjungan kerja Jokowi ke Blitar.

"Sebenarnya tidak perlu terjadi bila antisipasi cepat dilaksanakan oleh Pemprov. Pemprov Jatim harus hadir di tengah masyarakat," kata Agatha, Kamis (09/09/21)

Menurut Agatha, kondisi petani dan peternak Jatim beberapa waktu belakangan ini memang berat menghadapi Pandemi Covid-19.

"Di satu sisi harga jagung melambung, membuat harga pakan ayam naik tapi harga telur justru turun," tambah Agatha. Harga memang selalu mengikuti fluktuasi pasar, yang disebut hukum suplai dan permintaan.Baca Juga: Viral Di Medsos Ibu-Ibu Curi Susu Untuk Anaknya, Polres Blitar Bebaskan Pelaku Dan Kirim Sembako

Seperti diketahui sejak beberapa bulan lalu harga jagung naik. Ada serangan hama tikus di beberapa kabupaten di Jatim. Bahkan sampai ada lomba menangkap tikus. Artinya produksi jagung ada persoalan.

Menurut Agatha, kondisi semacam ini seharusnya Pemprov Jatim bisa melakukan terobosan kebijakan, misal dengan kebijakan pemberian bansos non tunai, atau membeli produk pertanian dan peternakan dari petani dan peternak jatim untuk dijual di pasar murah.

"Jika kasus harga telur jatuh, harga lombok jatuh, ayam dan lain lain jatuh, tapi disisi lain rakyat miskin pun tak mampu membelinya meski murah karena tak adanya ketersediaan akses, maka sudah wajib hukumnya pemprov Jatim harus hadir disana," tegasnya lagi.

Apalagi lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini, jika menyoroti hasil IKP (Indeks Ketahanan Pangan) 2020 yang dirilis oleh Kementerian Pertanian, ternyata Provinsi Jawa Timur, sebagai lumbung pangan nasional menduduki peringkat ke-7 dari 34 Provinsi dengan indeks IKP 79.9. Jatim berada di posisi tujuh setelah Bali, Jateng, Sulsesl, DIY, Gorontalo, dan Kalsel.Baca Juga: Rawan Jadi Penyebab Kebakaran, Jaringan Listrik Rutan Dan Lapas Di Jatim Ditata Ulang

Meski produksi berlimpah namun akses rakyat apalagi di tengah masa pendemi tak sama dengan tahun-tahun sebelum pendemi.

Halaman:

Editor: Try Wahyudi Ari Setiawan

Tags

Terkini

X