• Selasa, 9 Agustus 2022

Gandeng Khofifah, Ridwan Hisjam : Inilah Syarat Airlangga Hartarto Menang Pilpres

- Jumat, 29 Juli 2022 | 10:53 WIB



SURABAYA, INILAHNEWS- Elektabilitas semua lembaga survei yang selalu menempatkan gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa teratas untuk maju di Pemilu 2024 mendatang, menarik sejumlah parpol untuk menyiapkan untuk maju ditingkat nasional.

Salah satunya partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin yang saat ini getol membangun koalisi untuk mengusung ketua umum Airlangga Hartarto untuk bisa maju di Pilpres dan memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

Tokoh senior partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan jika ingin menang pilpres 2024 mendatang, ketum Golkar Airlangga Hartarto(AH) harus menggandeng Khofifah Indar Parawansa. " Syarat mutlak bisa menang, satu-satunya gandeng Khofifah,"ungkap mantan ketua Kosgoro ini saat dikonfirmasi, Jumat 29 Juli 2022.

Pria yang sudah lima kali duduk di parlemen ini mengatakan salah satu alasannya yaitu pengaruh Khofifah ditingkat nasional menjadi salah satu pertimbangan." AH juga dekat dengan Khofifah waktu aktif di Jakarta sehingga gak perlu lagi cocok-cocokan. Tak hanya itu, survei tinggi dan pengaruh sebagai ketum Muslimat NU juga bagian dukungan besar untuk AH,"jelasnya saat refleksi 1 suro di Padepokan Airlangga.Baca Juga: Asing Rawan Campur Tangan Refisi PP 109/2012, Industri Hasil Tembakau (IHT) Terancam Terpuruk

Selain menggandeng Khofifah, pria kelahiran 1958 ini mengatakan Airlangga Hartarto saat ini harus mundur dari jabatannya sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi saat ini. " Saat ini masih mendua jabatannya sehingga tidak fokus. Kalau serius maju di Pilpres, sekarang harus mundur jadi menteri, dan turun langsung ke bawah sehingga elektabilitasnya bisa naik, termasuk partai Golkar yang mengusungnya,"jelasnya.

Tak hanya untuk Airlangga Hartarto yang harus mundur dari jabatannya sebagai menteri, jika ingin memenangkan Golkar di Pemilu 2024, sambung Ridwan Hisjam, para ketua DPD Golkar tingkat I yang dirangkap oleh anggota DPR RI tentunya harus juga mundur dari keanggotaannya di DPR RI.

"Semangat mendirikan parpol itu adalah menguasai kekuasaan. Jika masih ada rangkap jabatan, tentunya akan terbelah fokusnya. Bisa jadi hanya fokus untuk urusan dapilnya saja, sehingga pekerjaannya sebagai ketua Golkar tingkat I terbelah. Harus anggota DPR RI yang merangkap jabatan sebagai ketua Golkar tingkat I mundur dari keanggotannya di DPR RI. Biar bisa merata keliling daerah untuk membesarkan partai,"jelasnya.

jika persyarataan internal Pilpres dan Pemilu 2024 tersebut mendatang terpenuhi, lanjut anggota Komisi VII DPR RI ini, maka pihaknya optimis di Pemilu mendatang, partai Golkar akan menang.

"Saya yakin ini merupakan bagian dari fatsun politik partai Golkar dimana dalam siklus 20 tahunan maka untuk pemilu mendatang sudah saatnya partai Golkar akan menang,"tandasnya. *(wan)

Editor: Try Wahyudi Ari Setiawan

Tags

Terkini

LPSK Akan Periksa Putri Candrawati Selasa Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:40 WIB
X