• Sabtu, 28 Mei 2022

Waspada Cuaca Ekstrem Di Jatim, Gubernur Khofifah : Mari Gotong Royong Cegah Banjir Dan Pohon Tumban

- Kamis, 20 Januari 2022 | 16:57 WIB


Surabaya, INILAHNEWS-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat beserta petir yang berpotensi terjadi di beberapa kabupaten/kota Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Khofifah sesaat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis perkiraan cuaca untuk Kamis 20 Januari 2022. Analisis BMKG menyebutkan bahwa dari siang hingga sore hari, 12 kab/kota diperkirakan akan mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Di antaranya adalah Kota Mojokerto, Kab. Lamongan, Kab. Jombang, Kab. Madiun, Kab. Ponorogo, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kota Malang, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab. Lumajang dan Kab. Bondowoso.

Sedangkan, untuk malam hari, hujan disertai petir diperkirakan akan terjadi di 13 daerah yaitu Kab. Banyuwangi, Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik, Kota Kediri, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Pamekasan, Kab. Sampang, Kab. Sidoarjo, Kab. Sumenep, Kota Surabaya, Kab. Trenggalek, dan Kab. Tulungagung.

"Kabar dari BMKG bahwa akan ada potensi untuk hujan lebat, petir, dan angin kencang di beberapa wilayah ini. Meski begitu, saya minta untuk semua masyarakat di seluruh kabupaten/kota untuk terus waspada," ujar KhofifahBaca Juga: Stok Di Jamin aman, Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng Resmi Diberlakukan Di Jatim

Lebih lanjut, Khofifah menerangkan bahwa kewaspadaan penting dikerahkan karena hujan lebat dan petir bisa saja menimbulkan kerusakan dan kerugian. Mengingat, Jawa Timur telah dilanda banjir beberapa bulan ke belakang, dan di beberapa daerah juga terjadi peristiwa pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

"Berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, jangan anggap remeh hujan petir ini. Karena seringkali kita lihat hujan lebat dalam beberapa jam saja sudah dapat menimbulkan kerugian materiil dan immateril untuk masyarakat," terangnya.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong mencegah terjadinya banjir maupun pohon tumbang. Kontribusi semua lapisan masyarakat bisa dilakukan dari hal terkecil. Yakni membuang sampah pada tempatnya dan menjaga sungai tetap bersih.

Tak hanya itu, lanjut Khofifah, masyarakat bisa bergotong royong memangkas pohon yang rawan rubuh, serta memastikan selokan tidak _mampet_.

"Kontribusi terkecil yang bisa kita lakukan adalah menjaga lingkungan kita. Jangan buang sampah ke sungai maupun tempat lain yang tidak seharusnya. Kalau kita mencintai alam, alam akan senantiasa menjaga kita. Selain memang kita harus berdoa agar selalu diberikan perlindungan," tutupnya.

Halaman:

Editor: Try Wahyudi Ari Setiawan

Tags

Terkini

X