• Sabtu, 28 Mei 2022

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Terjaring OTT KPK

- Kamis, 6 Januari 2022 | 12:16 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Terjaring OTT KPK
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Terjaring OTT KPK

JAKARTA, INILAHNEWS - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 5 Januari 2022, malam. Ia ditangkap terkait dugaan suap proyek dan jual beli jabatan.

"Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa, serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis (6/1/2022).

Kendati demikian, hingga kini para pihak yang diamankan masih diperiksa dan dimintai keterangan oleh KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Terkait OTT tersebut, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Rahmat Effendi.

Sebelum ditangkap KPK, pria yang dikenal dengan sapaan Pepen ini banyak meraih sejumlah penghargaan selama memimpin Kota Bekasi. Pada 2017, politikus Partai Golkar itu mengantongi piagam dari Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai tokoh yang dinilai berperan dan berkomitmen tinggi dalam melindungi dan menjamin hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan di Kota Bekasi.

Baca Juga: Perkosa dan Jajakan Anak Di Bawah Umur, Komnas PA Kecam Pelaku

Kemudian, pada 2020, ia menerima piagam penghargaan sebagai tokoh toleransi 2020 dari Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki). Di bidang tata kelola pemerintahan, Rahmat Effendi berhasil mendapatkan penghargaan khusus untuk Kota Bekasi dari Indonesia Institute for Public Governance sebagai pemerintah daerah dengan kinerja dan tata kota baik. Selain itu, masih ada sejumlah penghargaan lain yang pernah diterima Pepen.

Mengutip informasi di situs web resmi Kota Bekasi, Pepen terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi periode 1999-2004. Karier Pepen lalu meningkat dengan menjabat sebagai ketua DPRD Kota Bekasi periode 2004–2008.

Pepen kemudian menjajal peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai wakil wali kota Bekasi pada 2008, berpasangan dengan Mochtar Mohammad sebagai calon wali kota. Mochtar-Pepen pun memenangkan pilkada dan memimpin Kota Bekasi hingga akhirnya Mochtar terjerat kasus korupsi dan Pepen menggantikan posisinya.***

 

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDI-P Bisa Usung Capres-Cawapres Sendiri

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:37 WIB

Polda Jabar Musnahkan Sabu Sebanyak 1 Ton

Kamis, 19 Mei 2022 | 18:58 WIB

Ukraina Dan Jatim Bidik Kerjasama Disektor Industri

Minggu, 10 April 2022 | 11:57 WIB

FPKS Dewan Jatim Beber Alasan Penolakan RUU TPKS

Kamis, 7 April 2022 | 10:58 WIB

Setelah Pertamax, Harga Pertalite Akan Ikut Naik

Jumat, 1 April 2022 | 16:36 WIB
X