• Sabtu, 28 Mei 2022

Sebanyak 202 Orang CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar Dilantik dan Diambil Sumpahnya Menjadi PNS

- Selasa, 28 Desember 2021 | 21:34 WIB
Sebanyak 202 dari 213 CPNS di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jabar dilantik dan diambil sumpahnya menjadi PNS, Selasa 28 Desember 2021. (Humas Kemenkumham Jabar)
Sebanyak 202 dari 213 CPNS di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jabar dilantik dan diambil sumpahnya menjadi PNS, Selasa 28 Desember 2021. (Humas Kemenkumham Jabar)
 
BANDUNG, INILAHNEWS - Sebanyak 202 dari 213 CPNS di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jabar dilantik dan diambil sumpahnya menjadi PNS, Selasa 28 Desember 2021.
 
Prosesi pelantikan yang berlangsung  Gedung Kemenkumham Jabar Jalan Jakarta, Kota Bandung berlangsung tertib dan hikmat.
 
Kakanwil Kemenkumham Jabar Sudjonggo dalam amanatnya mengatakan jumlah CPNS di 3 kepegawaian TU dan Rumah Tangga sebanyak 213 orang.
 
"Baru 202 yang memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS, 11 sisanya belum memenuhi persyaratan," katanya.
 
 
Sudjonggo juga mengatakan yang harus dipahami PNS yang baru diambil sumpahnya adalah, sumpah atau janji yang telah diucapkan itu merupakan pernyataan kesanggupan untuk mentaati segala peraturan dan perundang-undangan, yang berlaku.
 
Selain itu, juga kesanggupan untuk melaksanakan tugas-tugas kedinasan serta kesanggupan untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap larangan yang telah ditentukan.
 
"Ingat!! Sumpah atau janji PNS jangan hanya diucapkan dibibir saja, atau jangan hanya sekedar pelengkap administrasi kepegawaian, tetapi sumpah atau janji PNS, harus dipatuhi dan dilaksanakan, karena sumpah atau janji itu akan diminta pertanggung jawaban, baik oleh negara, masyarakat maupun oleh tuhan yang maha esa," tegasnya.
 
Apabila sumpah yang diucapkan itu, tidak dilaksanakan dan ditaati, maka ada empat komponen yang saudara bohongi.
 
 
Yaitu, diri sendiri, masyarakat, negara serta tuhan. Artinya ada empat normal atau kaedah yang dilanggar. Norma Etika, Ada, Hukum dan Agama.
 
Sudjonggo juga mengatakan, dalam pengambilan sumpah PNS, terdapat lima substansi yang terkandung, yang harus ditaati dan dipenuhi.
 
Pertama, setiap PNS wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah, NKRI.
 
Kedua, setiap PNS wajib mentaati segala peraturan perundang-undangann yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggungjawab.
 
 
Ketiga, setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan ngara, pemerintah dan martabat PNS, menjaga dan memelihara jiwa korps dan kode etik PNS, serta mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan.
 
Keempat, setiap PNS wajib memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan.
 
Kelima, PNS wajib bekerja dengan jujur, tertib, cermas dan semangat.
Hal lain yang disampaikan Sudjonggo dalam amanatnya adalah, PNS harus mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintah, negara dan pembangunan dengan mempraktikkan prinsip-prinsip good governance dan clean gocermance.
 
"Sehingga tercipta pemerintahan yang bersih, bebas KKN dan mampu menyediakan public good service," pungkasnya.(caca)

Editor: Caca Cariwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X