• Minggu, 5 Desember 2021

Usai Digusur KAI, Warga Anyer Dalam Memilih Bertahan

- Rabu, 24 November 2021 | 15:34 WIB
Puing-puing Bekas Rumah Warga Anyer Dalam, Kota Bandung usai Digusur Oleh PT KAI.
Puing-puing Bekas Rumah Warga Anyer Dalam, Kota Bandung usai Digusur Oleh PT KAI.

BANDUNG, INILAHNEWS - Sekira 100 Warga Anyer Dalam, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung memilih bertahan di lokasi penggusuran setelah rumah mereka digusur oleh PT KAI. Warga yang masih bertahan terpaksa harus mendirikan tenda di atas puing-puing reruntuhan rumah yang dulu mereka tinggali. Sebagian lain, terpaksa menumpang di rumah tetangga dan masjid di sekitar lokasi.

"Intinya kita yang masih bertahan ini masih dalam proses persidangan. Nanti ditanggal 2 kita masih tetep akan sidang. Yang jadi masalah itu proses hukum belum beres, jadi sisa rumah yang belum ada kejelasan ikut dieksekusi," ujar Koordinator Warga Anyer Dalam Din Din (45) di lokasi, Rabu, 24 November 2021

Din Din mengungkapkan bahwa pihaknya menyayangkan sikap arogansi pihak PT KAI yang tidak menghargai proses hukum. Padahal pihaknya akan mengikuti hasil sidang nanti apapun hasil keputusannya.

Baca Juga: Imendagri Nataru Terbit, Disbudpar Kota Bandung Ingatkan Pengusaha Hotel

Ketika ditanya sampai kapan warga bertahan di lokasi, sampai saat ini Din Din masih belum mengetahui secara pasti. Pasalnya, dari keseluruhan 25 rumah yang dibongkar, beberapa sudah sepakat dengan PT KAI.

"Untuk yang bertahannya ini, karena kan mereka belum ada kesepakatan, belum menerima, belum menyetujui. Saya akan meluruskan tanggapan dari PT KAI, bahwa warga yang 25 rumah itu sudah menyetujui, menerima dan sepakat. Tapi kan di lapangan tidak seperti itu arogansinya luar biasa," ujarnya.

Untuk diketahui, penggusuran 25 rumah oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dilakukan pada Kamis, 18 November 2021.

Sementara itu, Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat mendatangi langsung kantor Daop 2 Bandung yang diterima oleh Bagian Hukum Daop 2 Bandung, Alim Pratikno.

Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, Bedi Budiman mengatakan, PT KAI seharusnya mengehentikan dulu proses penertiban aset milik KAI di kawasan tersebut serta meminta penanganan segera bagi korban penggusuran, karena menurutnya banyak warga yang memerlukan bantuan seperti obat-obatan, sembako dan pakaian.

Halaman:

Editor: R. Kurniawan

Tags

Terkini

Jelang Nataru Harga Cabai Melonjak Di Kota Bandung

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:23 WIB

147 Ribu Orang Di Kota Bandung Nganggur

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:40 WIB

PPKM Level 3, Satpol PP Akan Sisir Tempat Wisata

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:23 WIB

Cara KASAD Jenderal Dudung Berterimakasih Kepada Guru

Selasa, 30 November 2021 | 18:12 WIB
X