• Minggu, 5 Desember 2021

Jelang Muktamar, Pengurus NU Diminta Tetap Jaga Persatuan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 22:25 WIB
Tokoh muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan
Tokoh muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan

 

JAKARTA, INILAHNEWS - Tokoh muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan menghimbau kepada seluruh pengurus NU di tingkatan Wilayah maupun Cabang se Indonesia untuk tidak ikut larut dalam intrik politik pemilihan Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU di Lampung nanti.

“Jadi, saya menghimbau kepada seluruh pengurus NU untuk tidak ikut-ikutan arus dan apalagi terprovokasi satu kelompok yang membuat panas suasana jelang Muktamar NU di Lampung nanti,” kata Abdul, kepada awak media di Jakarta, Senin 25 Oktober 2021.

Diketahui, bahwa Munas dan Konbes NU kemarin telah memutuskan Muktamar NU ke 34 akan digelar di Provinsi Lampung pada 23-25 Desember 2021. Atas keputusan itu, saat ini telah muncul beberapa tokoh NU yang akan maju menjadi calon Ketua Umum PBNU. Akibat pencalonan itulah suasana jelang Muktamar NU menjadi panas dan riuh.  

Baca Juga: Grebek Pinjol Ilegal, Polda Jatim Amankan Dua tersangka

Lebih lanjut, kata Abdul Hamid jika pengurus NU arus bawah ikutan terpengaruh dan terbawa arus, maka akan memperkeruh suasana Muktamar NU. "Untuk itulah, pengurus NU harus tetap solid dan tenang menghadapi semua tahapan menjelang Muktamar NU ini," tandas penesehat pribadi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Menurut Abdul Hamid Rahayaan, NU harus diselamatkan dari kepentingan individu, jika KH Said maupun Gus Yahya membawa madorot  untuk NU  akibat perpecahan yang tajam, maka sebaiknya para ulama dalam lingkup NU serta pimpinan wilayah dan cabang seluru Indonesia harus mencari solusi untuk melahirkan figur alternatif yang dapat mempersatukan selurunya. 

Ia melihat dua kubu yang lagi bersaing telah di susupi oleh kepentingan politik yang pada ahirnya NU akan di kendalikan oleh mereka dan sangat tidak menguntungkan NU dan warga NU itu sendiri jelang Muktamar NU. Pertarungan antar kandidat yang akan maju pada Muktamar NU sudah tidak sehat. Sudah tidak lagi mempedulikan amanat para pendiri NU untuk menjaga NU.

Baca Juga: Diantar Puluhan Pengurus DPC, Bayu Airlangga Sah Daftar Bakal Calon Ketua Demokrat Jatim

“Nah, kalau para kandidat calon ketua umum bertarung sudah tidak sehat, berarti secara otomatis sudah merusak NU, sudah merusak martabat dan amanat para pendiri NU. Oleh karena itu, lanjut Abdul Hamid Rahayaan, dari pantauannya selama ini akan menunjukan terjadi perpecahan yang cukup tajam antara dua kubu yang lagi bersaing dan hal ini sangat merugikan NU," tandas Abdul.

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

Jelang Nataru Harga Cabai Melonjak Di Kota Bandung

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:23 WIB

147 Ribu Orang Di Kota Bandung Nganggur

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:40 WIB

PPKM Level 3, Satpol PP Akan Sisir Tempat Wisata

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:23 WIB

Cara KASAD Jenderal Dudung Berterimakasih Kepada Guru

Selasa, 30 November 2021 | 18:12 WIB
X