• Selasa, 9 Agustus 2022

KPK Tetapkan 10 Anggota DPRD Muara Enim Sebagai Tersangka

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 00:08 WIB
KPK tetapkan 10 anggota DPRD Muara Enim Sebagai tersangka
KPK tetapkan 10 anggota DPRD Muara Enim Sebagai tersangka

JAKARTA, INILAHNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sepuluh anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan sebagai tersangka. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap sebesar Rp 5,6 miliar pada pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR dan Pengesahan APBD di Kabupaten Muara Enim tahun 2019.


“Uang tersebut, diduga digunakan oleh para tersangka untuk kepentingan mengikuti pemilihan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim saat itu,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Kamis 30 September 2021.


Sepuluh tersangka tersebut yakni Indra Gani, Ishak Joharsah, Ari Yoca Setiadi, Ahmad Reo Kosuma, Marsito, Mardiansah, Muhardi, Fitrianzah, Subahan dan Piardi. Alex mengatakan, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan pada September 2021.

Baca Juga: Rawan Masalah Hukum, Komisi C DPRD Jatim Tak Ikut Serta Pengesahan P-APBD Jatim 2021


Sebelumnya KPK telah menetapkan enam tersangka. Salah satu tersangka yakni Bupati nonaktif Muara Enim Juarsah, perkaranya masih tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang. Sedangkan perkara terkait lima tersangka lainnya telah berkekuatan hukum tetap.


Kelima tersangka itu adalah pihak swasta bernama Robi Okta Fahlevi, mantan bupati Muara Enim Ahmad Yani dan Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin MZ Muchtar. Kemudian, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi.


Alex mengatakan, penyidikan perkara dilakukan setelah pengumpulan informasi dan data. Kemudian, terdapat bukti permulaan yang cukup dan fakta hukum selama persidangan dalam perkara awal dengan terdakwa Ahmad Yani.


Menurut Alex, sekitar Agustus 2019, Robi Okta Fahlevi bersama Elfin MZ Muhtar menemui Ahmad Yani yang saat itu menjabat Bupati Muara Enim.

Baca Juga: Kapolri Siap Rekerut 56 Pegawai KPK Yang Tak Lolos TWK


Pertemuan dilakukan perusahaan milik Robi Okta Fahlevi mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Dalam pertemuan tersebut Ahmad Yani menyampaikan agar berkoordinasi langsung dengan Elfin MZ Muchtar. Ahmad Yani juga menyinggung soal pemberian komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai net proyek untuk para pihak yang ada di Pemkab Muara Enim dan para anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019.

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

LPSK Akan Periksa Putri Candrawati Selasa Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:40 WIB
X