• Jumat, 24 September 2021

Cakupan Vaksinasi Jadi Syarat pemulihan ekonomi Di Jawa Barat

- Selasa, 14 September 2021 | 23:12 WIB
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (Dispusipda) Jawa Barat Ahmad Hadadi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (Dispusipda) Jawa Barat Ahmad Hadadi

BANDUNG, INILAHNEWS - Vaksinasi menjadi hal penting karena bisa membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat bahkan menjadikan salah satu syarat dalam pengajuan penurunan level status PPKM di suatu daerah.


Kebijakan pemulihan ekonomi tersebut sejalan dengan program vaksinasi di setiap daerah di Jabar demi mewujudkan 37 juta warganya tervaksin hingga Desember 2021. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (Dispusipda) Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, cakupan vaksinasi bisa nantinya dapat menggerakkan roda perekonomian.


“Segera sukseskan program vaksinasi. Ketika 70 persen kita mengikuti program vaksinasi, maka insyaallah segera kita bisa kembali dalam kehidupan normal,” ujarnya dalam talkshow bertema “Silih Tulungan Pemulihan Ekonomi Jabar” di Bandung TV, baru-baru ini.

Baca Juga: Pemprov Jabar Terus Dorong Upaya Pemulihan Ekonomi di Daerah


Hadadi menyebut, masyarakat di bidang pangan relatif bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.
“Namun, masyarakat yang di perkotaan, di kafe, mal, mungkin ini sangat terkena dampak dari Covid-19. Tapi alhamdulillah sekarang mulai ada pelonggaran, relaksasi,” katanya.


Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat melihat sisi baik dari pandemi ini dan mulai memanfaatkan waktu untuk berinovasi. Masyarakat pun bisa mendapatkan sumber informasi dan inovasi melalui aplikasi Candil yang disediakan Dispusipda Jabar. Dalam aplikasi gratis itu memuat ribuan buku elektronik yang dapat dibaca oleh khalayak.


“Kami mengembangkan perpustakaan digital yakni Candil atau Maca Dina Digital Library. Buku-buku sekarang didigitalkan sehingga masyarakat yang sulit akses ke perpustakaan bisa masuk ke aplikasi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Status PPKM Sebuah Daerah Ditentukan Oleh Cakupan Vaksinasi


Dengan cara ini, sambungnya, perpustakaan tetap bisa hadir di tengah masyarakat dengan bahan-bahan bacaan yang berkualitas.


“Jadi, perpustakaan bertansformasi berbasis inklusi sosial sehingga perpustakaan bukan lagi untuk sekadar kebutuhan intelektual saja, tapi juga harus meningkatkan kualitas produk,” tandasnya.***

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

Koperasi Harus Bertransformasi ke Digital

Kamis, 23 September 2021 | 17:25 WIB

Meski Kasus COVID-19 Menurun, Prokes Tetap Dijalankan

Kamis, 23 September 2021 | 16:50 WIB

Sebanyak 1.677 Sekolah di Bandung Siap Gelar PTMT

Kamis, 23 September 2021 | 16:02 WIB

Pemkot Bandung tambah 4 Sekolah Khusus Untuk Lansia

Kamis, 23 September 2021 | 15:49 WIB

Kota Bandung Berusia 211 Tahun, Ini Sejarahnya

Kamis, 23 September 2021 | 13:23 WIB

Pemkot Bandung Raih Anugrah Humas Indonesia 2021

Rabu, 22 September 2021 | 09:20 WIB

Kurangi Sampah, Pemkot Bandung Gunakan Pola H2H

Rabu, 22 September 2021 | 09:15 WIB

Kota Bandung Gelar ‘Beberesih’ Jilid 3

Selasa, 21 September 2021 | 20:11 WIB
X