• Jumat, 24 September 2021

Status PPKM Sebuah Daerah Ditentukan Oleh Cakupan Vaksinasi

- Selasa, 14 September 2021 | 11:06 WIB
Luhut Pandjaitan
Luhut Pandjaitan

JAKARTA, INILAHNEWS - Cakupan vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat bagi daerah yang ingin status PPKM wilayahnya turun. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kemarin petang.


"Sebagai syarat tambahan agar suatu daerah bisa turun dari level 3 ke level 2, cakupan vaksinasinya dosis 1 harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen," ucap Luhut.


Untuk bisa turun dari level 2 ke level 1, kata Luhut, suatu daerah cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen. Sementara untuk kota-kota yang saat ini berada pada level 2, akan diberikan waktu selama 2 minggu untuk dapat mengejar target cakupan vaksinasi.

Baca Juga: Zona Level 1 Di Jatim Bertambah 6 Kabupaten, Khofifah: Tetap Prokes


"Jika tidak bisa dicapai maka akan dinaikkan statusnya ke level 3," tegas Luhut.
Menurutnya, pencapaian target cakupan vaksinasi yang tersebut sangat penting mengingat vaksin sudah terbukti melindungi dari sakit parah yang membutuhkan perawatan rumah sakit atau kematian terutama untuk para lansia.


Oleh karena itu, target vaksinasi yang tinggi sebagaimana disebutkan di atas adalah salah satu kunci utama dalam fase hidup bersama Covid-19. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, masih terdapat 41 juta dosis vaksin yang saat ini menjadi stok untuk provinsi dan kabupaten/kota yang belum disuntikkan.


Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, dari 169 juta dosis yang diterima pemerintah, 157 juta dosis sudah dikirim dan diterima di daerah.

Baca Juga: Sebanyak 3.830 Orang Terdekteksi Positif Covid-19 Masih Jalan-Jalan Di tempat Umum


Sementara, 9 juta dosis sedang dalam perjalanan, 3 juta dosis disiapkan untuk cadangan nasional. Dari total 157 juta dosis yang dikirim ke daerah, sebanyak 116 juta dosis sudah disuntikkan.


"Rinciannya, 73 juta dosis pertama dan 43 juta dosis suntik kedua, sisanya sebanyak 41 juta dosis masih disimpan sebagai stok di daerah-daerah," paparnya.***

Halaman:

Editor: Ahmad Syukri. A

Tags

Terkini

Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Ditangkap KPK

Rabu, 22 September 2021 | 09:07 WIB

Masuk Level 1, Jatim Bebas PPKM Level 3 Dan 4

Selasa, 21 September 2021 | 12:04 WIB

Pemerintah Kembali Perpanjang Aturan PPKM

Senin, 20 September 2021 | 23:16 WIB

Krisdayanti Beberkan Besaran Gaji Anggota DPR RI

Sabtu, 18 September 2021 | 15:36 WIB

Penangan Covid di Indonesia Semakin Membaik

Jumat, 17 September 2021 | 19:50 WIB

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan Kejagung

Kamis, 16 September 2021 | 17:03 WIB
X