Biden Janji Bantu Ashraf Ghani Hadapi Taliban

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 10:06 WIB
biden
biden

WASHINGTON DC -  Presiden AS Joe Biden menjanjikan dukungan kuat untuk pemerintahan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Meski AS berencana menarik 2.500 pasukannya dari Afghanistan.

"Kemitraan antara Amerika Serikat dan Afghanistan tidak akan berakhir," ujar Biden di Ruang Oval Gedung Putih kepada Ghani, seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (26/6/2021)

"Pasukan kami mungkin akan pergi, tetapi dukungaan untuk Afghanistan tidak akan berakhir. Afghanistan harus memutuskan masa depan mereka, apa yang mereka inginkan. Kekerasan yang tidak masuk akal, itu harus dihentikan. Ini akan sangat sulit," ucapnya.

kesepakatan Taliban Ghani berada di Washington bersama dengan Abdullah Abdullah yang mengawal negosiasi perdamaian pemerintah Afghanistan dan Taliban. Namun saat ini, kesepatan damai tersebut mengalami ketidakpastian dan menunjukkan tanda-tanda kemungkinan kembalinya Taliban berkuasa. Para ekstremis menaklukkan penduduk dengan aturan yang brutal, seperti ketika mereka berkuasa pada 1996-2001. Duduk di sebelah Biden, Ghani mengakui bahwa Biden tidak akan mengubah arah utnuk mengakhiri perang terpanjang Amerika di Afghanistan yang diumumkan pada April.

"Keputusan Presiden Biden bersejarah, itu membuat semua orang menghitung ulang dan mempertimbangkan kembali," ujar Ghani. "Kami di sini untuk menghormati dan mendukungnya," ucapnya. Sementara, Ghani berusaha untuk mempertahankan kedaulatan pemerintahannya di tengah laporan dari penilaian intelijen internal AS, yang mengatakan bahwa Taliban kemungkin dapat mengambil alih Kabul dalam 6 bulan setelah seluruh pasukan AS pergi.

Ghani mengatakan pemerintah Afghanistan telah berhasil merebut kembali 6 disktrik di utara dan selatan pada Jumat (25/6/2021), yang sempat direbut Taliban baru-baru ini. "Anda akan melihat bahwa dengan tekad, dengan persatuan dan dengan kemitraan, kami akan mengatasi segala rintangan," ujarnya seperti dilansir kompas.com, Jumat (25/6).

Ghani bertemu dengan sejumlah pejabat Kongres, CIA, dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam kunjungan dua harinya ke Washington. Pemerintah AS berharap Ghani dan kabinetnya dapat mencapai negosiasi dengan Taliban tentang pembagian kekuasan, tetap waktu. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email "Departemen Pertahanan banyak berinvestasi dalam keamanan dan stabilitas Afghanistan dan dalam mengejar penyelesaian negosiasi untuk mengakhiri perang," kata Austin kepada Ghani dan Abdullah di Pentagon.

Pejabat Demokrat teratas di Kongres, Nancy Pelosi, juga menunjukkan bahwa tidak ada jalan untuk membatalkan keputusan menarik seluruh pasukan AS. Bertemu dengan Ghani, Pelosi menekankan akan adanya bantuan kemanusiaan di masa depan ke negara itu "saat kita memasuki fase baru dari hubungan itu."

Penarikan pasukan AS yang berjumlah sekitar 2.500 tentara dan 16.000 kontraktor sipil di Afghanistan yang dimulai pada awal tahun ini, sebagian besar dapat diselesaikan pada Juli. Situasi penarikan pasukan AS di Afghanistan itu banyak yang membandingkannya dengan penarikan pasukan AS dari Vietnam pada 1973. Setelah penarikan itu, pemerintah Vietnam Selatan yang didukung Washington jatuh ke pasukan Vietnam Utara dalam waktu 2 tahun.

"Narasi palsu tentang pengabaian itu salah," kata Ghani sebelum pertemuannya dengan Austin.

Dia menambahkan bahwa prediksi seperti laporan intelijen tentang kemungkinan pengambilalihan Taliban "semuanya salah." Biden diperkirakan akan kembali memberikan bantuan miliaran dolar AS untuk Afghanistan, dan membuat pengaturan untuk kontraktor sipil AS.

Pemerintah AS juga sedang menyusun rencana untuk mengevakuasi sekitar 18.000 penerjemah Afghanistan dan lainnya yang bekerja untuk pasukan AS dan yang berada di bawah ancaman pribadi dari Taliban. Isu penting lainnya adalah bagaimana menjamin keamanan diplomat AS yang tetap berada di negara itu. Kontingen besar Marinir AS diperkirakan akan tetap melindungi kedutaan AS di Afghanistan.

Sementara itu, Washington sedang dalam pembicaraan dengan Turki untuk mengamankan bandara ibu kota Kabul. Amerika Serikat juga akan menyediakan 3 juta dosis vaksin virus corona Johnson & Johnson ke Afghanistan untuk dikirim paling cepat pekan depan, menurut juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre. Andrew Watkins, pakar Afghanistan di International Crisis Group melihat tujuan utama Ghani di Washington adalah untuk menunjukkan bahwa Biden masih mendukungnya.

"Ghani tidak memiliki banyak legitimasi domestik. Legitimasinya mungkin lebih pada sumber lain atau faktor lain, misalnya dari pengakuan dan dukungan internasional," kata Watkins.

 

Editor: inilah administrator

Terkini

Mak Esih Bahagia Dikunjungi Tim ACT MRI

Sabtu, 18 Juni 2022 | 10:24 WIB

Iran Tak Akan Biarkan ISIS Bangun Basis di Wilayahnya

Sabtu, 18 September 2021 | 23:13 WIB

Biden Janji Bantu Ashraf Ghani Hadapi Taliban

Sabtu, 26 Juni 2021 | 10:06 WIB

Trump Dan Biden Bersaing Ketat

Rabu, 4 November 2020 | 23:31 WIB

Akibat Pandemi Corona, Banyak Anak Nikah Dibawah umur

Rabu, 2 September 2020 | 14:42 WIB

China Ngebut Bikin Vaksin Corona

Rabu, 8 Juli 2020 | 22:21 WIB

RI Minta China dan India Agar Menahan Diri

Kamis, 18 Juni 2020 | 16:07 WIB

Presiden Brasil Ancam Keluar Dari WHO

Minggu, 7 Juni 2020 | 11:33 WIB

Niat Trump Keluar Dari WHO Banyak Menuai kritik

Minggu, 31 Mei 2020 | 20:11 WIB
X