• Sabtu, 28 Mei 2022

Pemulihan Ekonomi Cespleng, Nilai Eksport Jatim Desember 2021 Naik 14,97 Persen

- Kamis, 20 Januari 2022 | 11:49 WIB

Surabaya, INILAHNEWS-Kinerja Pemprov Jatim dalam rangka pemulihan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 tercatat membuahkan hasil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan nilai ekspor Jatim di akhir 2021 year on year mengalami kenaikan 14,97 persen.


Berdasarkan data yang dirilis BPS Jatim Senin 17 Januari 2022, nilai ekspor Jatim pada Desember 2021 sebesar 2,05 Milliar US Dollar. Sementara nilai ekspor Jatim pada Desember 2020 tercatat 1,78 milliar US Dollar.

Secara komulatif, nilai ekspor Jatim pada 2021 tercatat 22,78 miliar USD, meningkat 19,22 persen dibandingkan 2020 sebesar 19,22 miliar USD. Kenaikan nilai ekspor Jatim 2021 disebabkan oleh naiknya ekspor baik sektor migas maupun nonmigas secara simultan.

Nilai ekspor migas selama 2021 mencapai 1,48 miliar USD meningkat sebesar 56,36 persen dibandingkan 2020 yang mencapai 0,95 miliar USD. Sedangkan nilai ekspor non migas selama tahun 2021 mencapai 21,30 miliar USD meningkat 16,59 persen dibanding 2020 yang mencapai 18,27 miliar USD.Baca Juga: Amankan 3 Penegak Hukum, KPK OTT Di Surabaya

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kinerja ekspor yang terus meningkat tersebut adalah bukti bahwa kinerja pemulihan ekonomi di Jatim berjalan efektif dan optimal. "Ini bukti pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Jatim berjalan efektif dan optimal," katanya di Surabaya, Kamis 20 Januari 2022

Struktur ekspor Jawa Timur, kata Khofifah tahun 2021 masih didominasi oleh sektor nonmigas dengan kontribusi sebesar 93,51 persen dari nilai total ekspor. Ekspor sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Jawa Timur yaitu mencapai 19,54 miliar USD atau 85,79 persen. Angka itu naik 18,05 persen dibanding 2020. Disusul berikutnya sektor pertanian sebesar 1,70 miliar USD atau 7,45 persen (meningkat sebesar 1,84 persen dibandingkan 2020).

Di sektor migas sebesar 1,48 miliar USD atau 6,49 persen (meningkat sebesar 56,36 persen dibandingkan tahun 2020), selanjutnya sektor pertambangan dan lainnya sebesar 62,16 juta USD atau 0,27 persen (meningkat sebesar 25,38 persen dibandingkan tahun 2020).
*(wan)

Editor: Try Wahyudi Ari Setiawan

Tags

Terkini

Rencanakan Pensiun Sejak Dini Dengan DPLK

Jumat, 27 Mei 2022 | 19:58 WIB

Bank bjb Raih Apresiasi Editor Choice 2.0

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:56 WIB

Bank bjb Raih Penghargaan Top BUMD 2022

Jumat, 20 Mei 2022 | 10:35 WIB

Kantor Pos Tetap Buka Selama Idulfitri 2022

Rabu, 27 April 2022 | 21:09 WIB
X