Perekonomian Bangkit,Investor Mulai Bidik Investasi Di Jatim

inilahNEWS - SURABAYA –  Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar membeberkan saat ini pertumbuhan perekonomian di Jatim semakin hari semakin membaik meski sekarang ini sedang adanya pandemi Covid-19.

 

“Sejumlah regulasi telah dikeluarkan oleh gubernur untuk merangsang investasi dimana menarik investor lokal maupun asing masuk untuk berinvestasi di Jatim. Untuk bisa meraih itu tentunya tidak mudah. Ini bisa saya katakan kejelian gubernur Khofifah untuk membaca situasi tersebut,”jelas pria asal Sumenep Madura ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (16/4/2021).

 

Pria yang juga politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan posisi Jatim sebagai penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa sebesar 24,80 persen setelah DKI Jakarta, serta mampu menyumbang perekonomian nasional sebesar 14,57 persen, terbesar kedua setelah DKI Jakarta.

 

Mantan birokrat ini mengatakan capaian peningkatan kinerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Pada Tahun 2020 dengan nilai 57,7 Triliyun serta investasi PMA sebesar 22,6 Trilliun atau total sebesar 78,3 persen atau mengalami pertumbuhan 33,8% persen y o y dari seluruh investasi di Jatim.

 

“Kinerja investasi Provinsi Jawa Timur ini merupakan investasi yang tertinggi sejak tahun 2016 dan tertinggi PMDN secara nasional. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa perekonomian Jawa Timur telah mulai Bangkit,”tutupnya.

 

Sebelumnya, dalam Musrenbang di Surabaya,kamis (15/4/2021), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan perkembangan Indeks Theil di Jawa Timur pada tahun 2015 – 2019 juga menunjukkan kencenderungan meningkat yaitu dari 0,3046 pada tahun 2015 menjadi 0,3182 tahun 2019. Namun, berdasarkan hasil perhitungan BPS Provinsi Jawa Timur, capaian Indeks Theil tahun 2020 sebesar 0,3077, mengalami penurunan 0,0102 dibanding tahun 2019.

 

“Data ini mengindikasikan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan regional yang ada di Jawa Timur semakin berkurang bahkan terkategori relatif rendah. Perekonomian regional yang tercermin dari indikator pendapatan perkapita dan perkembangan kependudukan dalam fenomena ini terindikasi semakin merata pada Kabupaten/Kota di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Sedangkan di tingkat kemiskinan, pada tahun 2020 persentase penduduk miskin Jawa Timur mencapai 11,46 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 4,58 Juta jiwa. Hal ini merupakan akibat dari pandemi Covid-19 yang berdampak pada menurunnya tingkat pengeluaran perkapita masyarakat.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *