BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Dan Bencana Hidrometeorologi

inilahNEWS - JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang akan terjadi sejak Minggu (4/4) sampai dengan tiga hari kedepan yakni Selasa (6/4) khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali.

Hal tersebut merupakan dampak dari Bibit Siklon Tropis 99S yang terdeteksi sejak 2 April lalu yang mulai terbentuk di sekitar Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur dan terus menguat hingga Minggu (4/4) dini hari menjadi Siklon Tropis dan akan terus bergerak lambat meninggalkan Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

“Sebagai Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC), BMKG telah mengeluarkan peringatan sejak terdeteksinya bibit siklon ini. Keberadaan bibit siklon tropis 99S nya saja telah menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Apalagi sekarang, bibit tersebut menjadi Siklon Tropis, maka dampak yang di timbulkan akan lebih besar dari sekedar bibit siklon,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, Senin (5/4).

Mengingat bahwa sistem sikon tropis tersebut masih berada di wilayah tanggung jawab Jakarta TCWC, maka nama siklon tropis yang akan diberikan adalah SEROJA sesuai dengan urutan nama siklon tropis dari BMKG secara internasional.

Berdasarkan analisis terbaru pada Minggu, 4 April 2021 pukul 19.00 WIB, lanjut Kepala BMKG, bibit siklon tropis 99S berada di posisi perairan Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) 10.3LS, 123.5BT (sekitar 24 km sebelah barat daya Kupang) dengan arah pergerakan sistem ke arah Timur hingga timur laut dengan kecepatan 3 knots (6 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Kecepatan angin maksimum disekitar sistemnya adalah 30 knots (55 km/jam) dengan tekanan di pusat sistemnya mencapai 996 hPa. Intensitas Bibit Siklon Tropis 99S akan menguat dan mencapai intensitas siklon tropis pada dini hari hingga pagi hari (6-12 jam kedepan) sekitar 18 UTC atau pukul 01.00 WIB pada Senin, 5 April 2021.

Sementara itu, untuk prediksi hingga 24 jam kedepan (Senin, 5 April 2021) posisi sistem diprediksikan di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Pulau Rote, 11.3LS, 120.0BT (sekitar 185 km sebelah selatan barat daya Waingapu) dengan arah gerak sistem ke arah Barat barat Daya, kecepatan 9 knots (10 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan di pusat diprediksikan sekitar 980 hPa.

“Bayangkan kecepatan angin di pusarannya 85km/jam ini kencang, namun pergerakkannya menjauhi wilayah Indonesia lambat (10 km/jam) sehingga dampaknya akan terus menerus dirasakan masyarakat di sekitar wilayah yang terdampak dalam beberapa hari kedepan. Oleh karena itu, kami mengimbau agar pihak-pihak terkait dan masyarakat disekitar wilayah terdampak di NTT bersiaga terhadap akibat yang ditimbulkan Siklon Tropis ini,” ujarnya.

Adapun Bibit Siklon Tropis 99S memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa :

  1. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
  2. Gelombang laut dengan ketinggian 4.0 – 6.0 meter di perairan Kupang-Pulau Rotte,

Samudra Hindia selatan NTT, dan Laut Timor selatan NTT.

  1. Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter di Selat Sumba bagian barat, Laut

Flores, perairan selatan Flores, perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, dan

Laut Banda selatan bagian barat.

  1. Gelombang laut dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter di Selat Sumba bagian timur, Selat

Sape, Laut Sumbawa, perairan utara Sumbawa hingga Flores, Selat Wetar, perairan Kepulauan

Selayar, perairan selatan Baubau – Kepulauan Wakatobi, perairan Kepulauan Sermata – Leti, Laut

Banda bagian utara, dan Laut Arafuru bagian barat.

Sementara itu Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Rajab menambahkan, pusat Siklon Tropis Seroja yang masih sangat dekat dengan wilayah daratan Indonesia, yakni berada di Pulau Rote, Pulau Timor, Pulau Sabu, berpengaruh besar terutama terhadap gelombang laut.

“Untuk itu, kegiatan operasional pelayaran, seperti kegiatan penyeberangan antar pulau di NTT seperti dari Timor ke Pulau Rote, ke Pulau Sumba maupun ke Pulau Flores perlu meningkatkan kewaspadaannya mengingat Siklon Tropis Seroja ini menimbulkan efek gelombang tinggi hingga mencapai 6 meter,” kata Fachri.

BMKG memperkirakan pada Selasa (6/4/2021) Siklon Tropis Seroja ini telah semakin menjauh dari wilayah Indonesia, dan masuk ke Samudera Hindia, sehingga pada sore atau malam hari, dampak cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi tersebut juga semakin mereda.

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *