Pangsa Pasar Menggiurkan, Jatim Kembangkan Budidaya Lobster Di Daratan

inilahNEWS - SURABAYA – Dinas Kelautan Dan Perikanan  Pemprov Jatim  saat ini sedangmengembangkan  budidaya lobster  dengan cara karamba jaring apung di Kawasan Prigi dan pasir putih dikabupaten Situbondo.

“ Sekarang ini untuk budidaya benih lobster sudah mendapat respon dengan adanya moratorium di kementerian. Dampaknya, benih lobster ini berdampak banyaknya di lapangan,”ungkap Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan  Pemprov Jatim Mohammad Gunawan Saleh di Surabaya, Kamis (25/2).

Saat ini, kata dia,  pihaknya sudah melakukan pengembangan benih lobster di Prigi mulai dari ukuran benih hingga besar menjadi ukuran 100 gram.” Kalau sampai besar mencapai 100 gram memerlukan waktu 3 hingga 6 bulan,”jelasnya.

 

Jika sudah berhasil mengembangkan lobster hingga besar mencapai 100 gram, kata Mohammad Gunawan Saleh, benih lobster lainnya dipindah ke karamba jaring apung. “ Kalao sudah dipindah, dengan memerlukan waktu antara 3 hingga 4 bulan juga, didapat bobot lobster mencapai 500 hingga 600 gram. Kalau sudah berat segitu maka sudah siap konsumsi atau siap panen,”sambungnya.

 

Diungkapkan olehnya,  sedangkan diwilayah Selatan Jatim, untuk lobsternya rata-rata adalah jenis lobster pasir dan Mutiara.”Kalau jenis lobster pasir dipasaran kisaran harga antara Rp 300 hingga Rp 400 ribu. Sedangkan untuk jenis lobster Mutiara per kilonya tembus Rp 750 ribu,”terangnya.

 

Kalau dihitung secara ekonomis,  bisnis usaha lobster sangat menguntungkan. Namun, ada kendala penentuan lokasi budidaya lobster sangat penting. “ Lokasi karamba jaring apung tersebut harus bisa terlindungi dari gelombang besar saat ada angin barat melaju,”lanjutnya.

Di Prigi, kata Gunawan, ada sebuah teluk yang cukup bagus dimana saat gelombang besar tak terpengaruh. “ Saat ini sudah banyak berinvestasi ke sana,”terangnya.

 

Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim, kata Gunawan, saat ini sedang mengembangkan budidaya lobster di daratan. “Kami dapat informasi dari LIPI kalau ada tekhnologinya dan keamanan lebih terjamin kalau dikembangkan didarat. Tahun ini sudah ada kajian-kajian sampai mencari literatur lainnya agar program ini berjalan,”jelasnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *