Efrinaldi : Ranperda Penyertaan Modal Harus Ada Kajian dan Analisis

inilahNEWS - KAMPAR  –  Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyertaan Modal harus ada kajian dan analisis, tanpa hal itu perlu dikaji ulang.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kampar Efrinaldi  saat pembahasan Ranperda Penyertaan Modal bersama Kabag Perekonomian Setda Kampar, Kabag Hukum Setda Kampar dan lima Direktur BUMD Kampar, Senin (23/11/2020).

 

Politisi partai Nasdem ini menilai rancanganranperda tersebut terlihat kaku, karena penimbangnya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Padahal BUMD ini perlu modal awal pendirian,” ucapnya.

 

Efrinaldi juga mengatakan dari hasil studi banding Pansus III ke Sumatera Barat belum lama ini, kontribusi PAD dari BUMD sangat jelas.

 

Anggota Pansus III Juswari Umar Said dalam hal ini menyatakan, bahwa sebenarnya Ranperda tentang Penyertaan Modal sebenarnya sudah akan dibahas. Namun analisisnya kurang jelas. “Menurut saya sebaiknya dipending dulu,” ujarnya.

 

Sementara, Ketua Pansus III Zulpan Azmi menyampaikan sebaiknya Ranperda itu ditelaah terlebih dahulu dengan memperhatikan PP Nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD dan PP Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, sehingga tidak tersangkut persoalan hukum.

Editor  : Johan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *