Dedikasi Tanpa Kenal Lelah

inilahNEWS - BANJAR  –  Hujan dan panas tak menyurutkan langkah wanita ini dalam mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. Yang ada di benaknya hanyalah agar warga tidak terpapar Covid-19. Kegigihan Ibu dari 3 orang anak ini memang patut diacungi jempol, disaat orang lain berada di rumah, Ia malah ada di garda terdepan memerangi Covid-19. Bahkan Ia tidak mengenal waktu, mulai sejak pagi, siang hari bahkan sampai larut malam pun tetap lantang mengingatkan warga.

“Tugas dan tanggung jawab itu yang menjadikan saya terus semangat untuk mensosialisasikan protokol kesehatan. Dalam diri pribadi saya sendri ada rasa dan beban yang harus saya lakukan jika melihat masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Karena upaya pencegahan covid harus  dilakukan secara masif dan bersama-sama  oleh seluruh elemen, tidak hanya pemerintah, TNI/POLRI, medis, namun masyarakat itu sendiri harus berperan aktif. Kita optimis wabah covid bisa kita lawan,” ucap Kapolres Kota Banjar AKBP Melda Yanny, SIK,MH dalam wawacara khusus melalui whatsapp, kemarin ini.

Wanita kelahiran Padang Panjang ini memang dikenal sangat gigih dalam memerangi Covid-19 di kota Banjar. Hal itu terlihat dalam sepak terjangnya sehari-hari. Di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di jajaran Polres Kota Banjar, Ia masih menyempatkan waktu untuk berpatroli menyasar pasar, perkantoran, tempat perbelanjaan serta pusat kerumunan lainnya.

Menurutnya, virus corona tidak pandang bulu, tidak melihat pangkat jabatan, profesi, status sosial, dll. Hal inilah yang memotivasi dirinya untuk terus menyadarkan warga agar terus memperhatikan 3M dan 1T ( memakai masker, memcuci tangan dan menjaga jarak) serta tidak berkerumun.

Sambil bersepeda bersama personilnya, sejak pagi Ia sudah menyasar sejumlah titik, mulai dari pusat keramaian, pasar tradisional hingga perusahaan-perusahaan. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan protokol kesehatan berjalan.

Kapolres Banjar yang dikenal aktif dalam setiap kegiatan ini, tak sungkan menegur warga yang tak disiplin. Ibu dari 3 orang anak ini juga kerap membagikan masker dan membantu warga yang sakit dan tidak mampu. Setiap berkunjung ke stau tempat, Ia selalu membawa masker dan sembako untuk di bagikan kepada warga yang membutuhkan.

Dalam catatan inilahnews.com, sudah banyak kegiatan yang Ia lakukan terkait penanganan Covid-19 di kota Banjar.

“ Sudah sangat banyak sekali kegiatan yang kami lakukan, mulai dari woro-woro, operasi yustisi, sosialisasi protokol kesehatan ke perusahaan, toserba, toko-toko, pasar, sarana umum, sarana pendidikan, perkantoran dll. Termsk himbauan secara masif  masif di radio, medsos dll. Hingga upaya memberi pemahaman kepada masyarakat untuk menunda kegiatan yang mengundang keramaian,” ujar anak ke dua dari lima bersaudara ini.

Bersama personilnya, Ia kerap berada di perempatan  jalan memantau arus lalulintas dan menegur warga yang tidak menggunakan masker. Cara menegurnya pun sangat familiar, Ia bahkan membagikan bingkisan dalam paper bag yang bertuliskan Polres Banjar Berseri yang berisi sembako dan makanan ringan.

Menurutnya, membangun kesadaran warga adalah hal yang sangat penting sekaligus sulit.  Karena itu, diperlukan cara pendekatan yang berbeda.

“ Kesadaran, karena protokol kesehatan hal mudah dilakukan namun sulit jika tanpa kesadaran dari dalam diri masyarakat. Percuma pagi siang sore malam kita kampanye protokol kesehatan, tanpa adanya kesadaran untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan semua akan percuma,” ujarnya.

 

Kapolres yang juga dikenal tegas ini menerapkan aturan yang ketat dikantornya.

“ Kami punya standar protokol kesehatan yang kami terapkan secara ketat yaitu, cek suhu tubuh saat memasuki mako, penerapan 3 M dan  para perwira setiap hari saya minta menjadi covid hunter yaitu bertanya kepada anggota  setiap hari, apakah ada yang sakit, atau keluarga yang sakit, atau apakah ada saudara yang dari luar kota sedang berkunjung dst. semacam assessment singkat. Yang paling penting sebenanarya adalah tingkatkan Kesadaran mereka. Karena itu adalah kunci. Patuhi protokol kesehatan, jauhi kerumunan, jaga imunitas dengan olahraga dan pola hidup sehat,” tuturnya.

“Kami juga memiliki 13 item pedoman bagi aparat dalam bertugas dengan berpedoman protokol kesehatan. Namun yang paling terpenting kita harus memberi contoh kepada mereka, tingkatkan kesadaran mereka, dan tegur jika mereka khilaf. Hasilnya sangat memuaskan, sebagian besar anggota sudah memiliki tingkat kesadaran yg tinggi, sekarang tinggal kita mempertahankan kesadaran mereka. Kita jgn apatis, ingatkan anggota jika ada yg khilaf. Karena personil juga manusia, ada kalanya mereka khilaf dan kita harus mengingatkan,” imbuhnya.

Lebih jauh Ia menilai,  upaya penanganan Covid -19 di kota Banjar sudah sangat maksimal. Bersama unsur Forkopimda lainnya selalu bahu membahu dalam memerangi virus ini.

 

Sinergitas sangat baik. evaluasi setiap minggu dilakukan. kami saling mendukung dan melengkapi,” ujar istri dari AKBP Guruh  Arif S.IK, M.H ini menuturkan.

Dalam kamusnya, tidak ada kata tidak mungkin dalam memutus mata rantai Covid-19. Jika dilakukan secara bersama-sama dan didukung oleh seluruh masyarakat, maka wabah pandemi ini akan segera berakhir.

Karenanya ia tidak akan pernah berhenti menyadarkan masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Baginya, dedikasi tanpa kenal lelah itu adalah untuk kemaslahatan bersama.

Editor   :  Ahmad Syukri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *