Pembangunan Pasar Leles Garut Sisakan Sejumlah Masalah

inilahNEWS - GARUT – Pembangunan Pasar Leles yang menelan anggaran sebesar Rp 26 miliar masih menyisakan persoalan. Selain mengalami keterlambatan, pembangunan tahap pertama yang dikerjakan oleh PT Uno Tanoh Seuramo itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga disorot oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

 

 

Dalam proses penyelidikan, Kejati Jabar telah memeriksa sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Garut. Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku, para pejabat mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah menjadi korban ulah pemborong yang tidak bertanggung jawab.

 

 

Ya, memang ada kerugian negara sekitar Rp 700 juta, namun kerugian tersebut sudah dikembalikan ke kas daerah. Temuan BPK itu merupakan pekerjaan tahap pertama dengan pemborong asal Jakarta,” ujar Rudy, Jumat  (31/7/2020).

 

 

Dikatakan Rudy, turun tangannya Kejati Jabarmembuat pihaknya sangat kesal dengan ulah pemborong yang tidak bertanggung jawab. Pemborong yang mengerjakan ternyata tidak bonafide dan menggandeng kontraktor lain atau mensubkontraktorkan pekerjaan.

 

 

“Kita serahkan pada hukum. Tetapi APH juga harus profesional dalam menangani kasus pembangunan pasar Leles jangan sampai para pejabat yang dikorbankan,” katanya.

 

 

Terjadinya persoalan dalam pembangunan pasar Leles, kata Rudy, lebih disebabkan tidak amanahnya pihak pemborong setelah mendapatkan pekerjaan. “Ini yang telah membuat kerugian kami akibat ulah pemborong yang tidak amanah,” cetusnya.

 

 

Rudy juga menuturkan, akibat persoalan yang terjadi pada tahap pertama, pekerjaan pembangunan Pasar Leles sempat tertunda dan harus kembali dilelang. Hal ini juga membuat rugi para pedagang pasar yang seharusnya saat ini sudah bisa menempati bangunan.

 

 

“Sekarang pembangunan sudah memasuki tahap dua akhir, dan tahap tiga sedang dalam proses lelang. Anggaran yang disiapkan pada tahun 2018 dengan besar anggaran Rp 26 miliar,” terangnya.

 

 

Sementara, Anggota Komisi II DPRD Garut dari Fraksi PDIP, Juju Hartati mengaku kecewa dengan lambatnya pembangunan Pasar Leles. “Saya aat hendak berangkat bekerja selalu diberhentikan oleh masyarakat dan memepertanyakan terkait pembangunan Pasar Leles,” katanya.

 

 

Pembangunan Pasar Leles, kata Juju, memang hingga saat ini masih bermasalah. Bahkan sedang ditangani Kejati Jabar.

 

 

“Saya selaku wakil rakyat akan terus mendorong Pemkab Garut agar segera menyelesaikan pembangunan Pasar Leles dengan cepat. Jangan sampai para pedagangmenjadi korban, apalagi saat ini kondisi dalam pandemi Corona,” tegasnya.

 

 

Terkait dengan pernah adanya desakan pembentukan Pansus, Juju mengaku, pernah mendengar hal itu. Namun, saat itu pembahasannya belum rampaung dikarenakan memasuki akhir masa jabatan.

 

 

“Pernah ada desakan Pansus, itu dulu. Intinya, kita akan terus mendorong agar pembangunan ini segera selesai dan pedagang bisa berjualan di tempat yang layak,” pungkasnya.

Editor   :   Ahmad Syukri

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *