KPAI Minta Stop Penyebaran Video Kekerasan Terhadap Anak

inilahNEWS - JAKARTA-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau masyarakat agar berhenti menyebarluaskan video aksi kekerasan terhadap siswa. Dalam sepekan ini, video kekerasan anak terjadi di beberapa daerah seperti Bekasi, Malang, Purworejo. Video-video ini pun viral karena terus disebarkan secara berantai dan memancing emosi publik.

“Terkait video kekerasan apa pun yang beredar, sebaiknya kalau tidak diketahui sumbernya, kami mengimbau agar masyarakat tidak ikutan latah menyebarkan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak, Susianah, kepada wartawan  Jumat (14/2/2020).

Menurut dia, menyebarkan video tanpa diketahui sumber video itu sama dengan mengikuti genderang pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau mereka yang pertama kali menyebarkan. Selain itu, ia menilai, pengunggah video itu memiliki tujuan tertentu yaitu untuk membuat gaduh masyarakat agar berdampak. Apalagi, dalam era teknologi saat ini, memperoleh informasi terkait video kekerasan terhadap siswa sangat mudah.

 

Pencegahan Maraknya penyebaran video kekerasan terhadap siswa juga harus dilakukan pemberhentian penyebaran dan melakukan pencegahan terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah. Susianah menyarankan agar pihak sekolah melakukan pengawasan dalam bentuk edukasi kepada anak didik.

“Upaya pengawasan dan edukasi yang dapat dilakukan antara lain, memasang CCTV, mengoptimalkan peran bimbingan konseling bagi anak didik yang bermasalah, memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai media pertumbuhan minat dan bakat, deteksi potensi kekerasan di sekolah, dan lainnya,” ujar Susianah.

Sementara itu, Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Lisyarti mengungkapkan, edukasi pengawasan dan pencegahan juga dapat ditanamkan di lingkungan rumah. Retno menyampaikan, orangtua perlu untuk ikut mengawasi media sosial anak-anaknya, dan memberikan edukasi kepada anak bagaimana menggunakan media sosial yang aman dan sehat.

“KPAI mendorong para orangtua untuk ikut mengawasi media social anak-anaknya, sambil melakukan edukasi kepada anak-anak bagaimana menggunakan media social secara aman dan sehat,” ujar Retno saat dihubungi secara terpisah, Jumat siang.

KPAI juga mendorong orang dewasa di sekitar anak agar memiliki kepekaan terhadap anak-anak yang mengalami perundungan. “Jangan menganggap remeh dampak perundungan, karena dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Anak juga harus dididik berani bicara, berani menolak, dan speak up,” ujar Retno. Meski demikian, Retno menyampaikan bahwa pihaknya akan memastikan hak-hak anak (korban) untuk rehabilitasi medis dan rehabilitasi psikis dipenuhi pemerintah daerah, termasuk pemenuhan hak-hak anak pelaku seperti hak atas pendidikan dan hak untuk mendapatkan rehabilitasi psikis.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *