HKN 2019, Dinkes Kampar Angkat Isu Stunting

inilahNEWS - KAMPAR- Dinas kesehatan Kabupaten Kampar menggelar seminar bertajuk Generasi Sehat Indonesia Unggul. Seminar itu digelar dalam rangka memepringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019. Seminar itu menekankan pentingnya peran organisasi profesi kesehatan menuju kabupaten Kampar bebas stunting.

 

Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh presiden tentang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Dilansir dari sambutan Menteri Kesehatan, ada dua isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM itu, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional. Dinas Kesehatan Kampar menargetkan pada tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Kampar turun hingga 20 persen.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kamoar, H. Dedy Sambudi, SKM, M.Kes menjelaskan, berdasarkan Riskesdes tahun 2013 prevalensi balita stunting di Kampar sebesar 31,99 persen. Sedangkan hasil Riskesdes tahun 2018 meningkat menjadi 32,7 persen. Indikator ditetapkan oleh Sekretariat Wakil Presiden.

 

“Pemberantasan stunting khususnya di Kabupaten Kampar berkaitan dengan pentingnya pemberian gizi yang cukup pada masa usia emas anak (Golden age/seribu hari kelahiran), supaya tidak tumbuh kerdil dan punya kecerdasan luar biasa, “katanya, Selasa (12/11/2019).

 

Ia menjelaskan, stunting terjadi sejak dalam kandungan dan akan nampak pada saat anak usia 2 tahun atau lebih. Kondisi stunting membawa dampak pada perkembangan anak, kemampuan kognitif rendah, mudah terinfeksi penyakit dan berisiko terkena penyakit degeneratif.

 

Dampak stunting juga bisa menyebabkan pada usia dewasa kurang produktif, kerugian ekonomi dan menjadi penghambat pembangunan manusia indonesia, tambah Dedy.

 

Oleh karena itu, kata dia, sangat penting upaya pencegahan dan penanggulangan di lakukan di Kabupaten Kampar secara bersama-sama lintas sektor, lintas program, organisasi profesi dan masyarakat. “Karena itu, penting sekali kegiatan pencegahan dilakukan semua pihak agar Kampar dapat menekan angka stunting sehingga tercapai Kampar bebas stunting,” tuturnya.

 

Sangat perlu adanya persiapan calon ibu-ibu muda mempersiapkan kesehatan sejak dini dengan melakukan konseling kesehatan, jika perlu kita upayakan kerjasama dengan pihak KUA di Kampar, tutupnya.

 

Seminar kesehatan yang ditaja oleh Dinas Kesehatan Kampar dengan narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Kampar, H. Dedy Sambudi, SKM, M.Kes, Ns. Anna Susanti, S.Kep dari PPNI, dr Arvan, sp.OG dari IDI dan dr Faradilh Halusia, M.Ked (Ped), sp.A dari IDI. Peserta yang hadir yaitu, Kepala Puskesmas se Kabuoqten Kampar, perwakilan staf Puskesmas dan berbagai organisasi profesi dan seluruh jajaran di Dinas Kesehatan Kampar. (Syailan Yusuf)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *