Tim Relawan Iman Barokah Desak Panwaslu Usut Tuntas Kasus Black Campaign

BANJAR- Tim Relawan Iman Barokah (paslon nomor urut 2)  meminta  Panwas kota Banjar agar mengusut tuntas dalang penyebar selebaran black campaign  yang beredar Minggu (27/5/2018).
Dimana dalam selebaran yang mengatasnamakan forum warga banjar bersatu itu, diantaranya menghimbau agar tidak memilih pasangan calon (paslon) yang didukung oleh partai anti NKRI (PKS, PAN, GERINDRA, PPP dan DEMOKRAT).
Kemudian mengajak warga agar tidak memilih paslon yang didukung ormas radikal ( intoleran)  pro penegakan khilafah islam seperti FPU, HTU, Syarikat islam , Muhammadiyah dan Persis.
Selain meminta panwas mengusut tuntas pelaku black campaign itu, Tim Advokasi Paslon No 2 yang terdiri dari Debi Puspito SH,Hendrayana SH dan Asep Suyudi SH  juga melaporkan  dan mempertanyakan  keterlibatan Tenaga Ahli Pendamping Desa dalam stukturisasi Tim kampanye Pasangan Calon dan  aturan membagikan uang di tempat beribadah oleh Tim Stukturisasi Kampanye pasangan calon tersebut.

 ” Ada tiga hal yan kami sampaikan ke Panwaslu kota banjar, yang pertama mempertanyakan tentang kasus selebaran fitnah yang beredar (black campaign),  kedua, melaporkan dugaan tentang keterlibatan tenaga ahli pendamping desa dalam stukturisasi tim kampanye Paslon,dengan bukti pelaporan No 5. Dan ketiga, kami mempertanyakan aturan pemberian uang di tempat Ibadah oleh stuktur pasangan calon dengan dalih sedekah di mesjid ke DKM DKM ,” Katanya disela-sela aksi damai dikantor panwaslu,Senin (28/5/2018).

Tim advokasi mengatakan, jika hal itu diperbolehkan,  maka pihaknya pun akan melakukan hal yang sama. Namun jika   diperbolehkan maka hukum ditegakkan.(Lies)
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *