HPN

Perkembangan Koperumnas Makin Tumbuh

inilahNEWS - JAKARTA-Dalam jangka waktu 19 bulan, perkembangan Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) makin terlihat. Selain telah memiliki 25 lokasi perumahan di seluruh Indonesia dan beranggotakan 15 ribu orang, Koperumnas kini telah memiliki kantor sendiri.  Kantor pusat ini berdiri di Jalan Jatinegara Timur II, Kelurahan Rawabunga, Jakarta Timur. Jika sebelumnya kantor Koperumnas di Gedung Pembina Graha, Jalan DI Panjaitan berstatus sewa, kini di Jalan Jatinegara Timur II sudah milik sendiri, setinggi 4 lantai.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kepemilikan aset ini, Koperumnas melaksanakan acara peresmian dan syukuran kantor, Rabu (22/1). Acara turut dihadiri Dodi Marsudiyono dari Kementerian KUKM, Wakil Camat Jatinegara, Lurah Rawabunga, agen, Cakab, CEM, koordinator anggota. Dalam kesempatan itu turut digelar pemberian santunan terhadap 20 anak yatim dan ceramah agama oleh Ustaz Toyib Rofiq dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Umum Koperumnas Aris Suwirya, mengatakan Koperumnas membeli kantor senilai Rp 7 miliar sebagai aset Koperasi. “Uangnya bersumber dari hasil usaha Koperumnas dan CEM. Jadi tidak mengganggu uang anggota. Kantor pusat ini sebagai bentuk amanah pengurus Koperumnas serta untuk meningkatkan pelayanan secara profesional kepada seluruh anggota,” katanya di sela acara.

Dalam kesempatan itu, Aris kembali menjelaskan konsep Koperumnas yang tanpa uang bank bisa menjadi pionir perumahan syariah. Pernyataan ini disampaikan merespons masih adanya kebingungan di antara calon anggota.

“Banyak yang bingung dengan konsep Koperumnas. Ada yang bilang, Aris sebentar lagi dipenjara gara-gara tak menggunakan uang bank. Perlu saya jelaskan bahwa 45 persen dari simpanan wajib anggota Rp 1 juta setiap bulan kami gunakan untuk pembangunan rumah dan disimpan dalam bentuk emas yang kini sudah 25 kg emas di safety box Bank BNI dan BCA. Kami belanja emas rata-rata 2,5 kg emas per bulan. Selebihnya kami sisihkan untuk pembayaran tanah, operasional, perizinan, dan lain-lain,” papar pendiri Apernas dan Apersi ini.

Koperumnas sendiri bisa eksis tanpa bank, karena bermain quantity. “Koperumnas beli tanah dan semuanya secara kredit tanpa DP. Makanya setiap lokasi harus beranggotakan minimal 1.000 orang. Alhamdulillah berkat kerja General Manager Koperumnas Ibu Putri dengan konsep marketing e-commerce bisa tercapai,” papar pengurus organisasi Real Estate Indonesia (REI) yang telah 25 tahun berpengalaman di sektor developer ini.

Sementara itu, Lurah Rawabunga Agustina, mengapresiasi Koperumnas karena niat mulianya membantu masyarakat. “Kami bersyukur kantor pusat Koperumnas berada di lokasi Kelurahan Rawabunga dan berharap anggotanya berbunga-bunga. Kami juga berharap bisa bekerja sama dengan Koperumnas agar warga Rawabunga yang belum memiliki rumah bisa memiliki rumah di Koperumnas dengan mudah. Kami siap fasilitasi untuk acara sosialisasi,” ujar dia.

Menjawab hal itu, Aris menyatakan siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna menyediakan hunian seperti rusunami.

“Kalau Pemda DKI siap menyediakan lahan 2 hektar, kami siap bangun tiga tower rusunami sebanyak 4.000 unit tipe 36 dengan angsuran Rp 2,5 juta per bulan. Kami tidak setuju kalau rusunawa, karena rusunami bisa dimiliki dan diwariskan,” kata Aris. (dade)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *