5 Cara Agar Investasi Anda Tidak Turun Di Tahun 2020

inilahNEWS - JAKARTA- Invetasi sangat bergantung terhadap kondisi ekonomi.  Apalagi di tahun 2020 ini, kondisi ekonomi global masih berada dalam kondisi ketidakpastian. Maka, jangan sampai investasi yang diharapkan bisa menguntungkan malah turun nilainya. Karena itu, agar nilai investasi anda tidak turun atau tergerus inflasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan di tahun 2020 ini,  antara lain :

  1. Kenali potensi Keuntungan

Personal Financial Planner sekaligus CEO One Shildt Budi Raharjo mengatakan potensi keuntungan investasi sangat bervariasi. Ia menyebutkan banyak ragam instrumen yang bisa menjadi pilihan, namun potensi keuntungan harus dipertimbangkan.

Budi mengatakan, instrumen investasi seperti saham menjanjikan potensi keuntungan paling besar diantara instrumen investasi lainnya. “Kalau Anda mau mendapatkan keuntungan besar, Anda bisa investasi di pasar modal, seperti saham. Tapi investasi pada instrumen saham itu paling menguntungkan dalam jangka waktu yang sangat panjang ataun diatas 7 tahun,”ujar Budi seperti dkutip kompas.com, Jumat (3/1/2020).

  1. Tujuan Investasi

 

Tujuan investasi merupakan hal penting, dimana Anda bisa mengetahui instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana Anda di masa depan. Ada tiga jenis investasi berdasarkan waktunya, seperti investasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Adapun tiga instrumen investasi jangka pendek yakni 1 sampai 3 tahun, investasi jangka waktu menengah 3 sampai 7 tahun dan investasi jangka panjang diatas 7 tahun.

 

“Kalau Anda berencana melakukan investasi untuk dana pensiun atau dana hari tua yang cukup panjang, maka Anda bisa memaksimalkan potensi keuntungan dalam instrumen yang lebih agresif. Seperti misalnya saham atau reksadana saham,” jelasnya.

 

  1. Diversifikasi

 

Diversifikasi portofio adalah bentuk keranjang-keranjang investasi untuk membagi aset yang dimilili dalam instrumen investasi yang berbeda. Diversifikasi portofolio ini dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko dari instrumen investasi.

 

Budi, menyebut takaran ideal dari bentuk diversifikasi portofolio ada sepertiga dari aset yang akan di investasikan. “Idealnya kita bisa pakai rumus sederhana yakni sepertiga bisa ditempatkan ke pasar uang seperti deposito, sepertiganya lagi ditempatkan ke dalam fix income atau obligasi dan sepertiganya lagi kita tempatkan di pasar saham,” ungkapnya.

  1. Knowledge

 

Knowledge atau pengetahuan mengenai investasi juga dibutuhkan jika Anda ingin memaksimalkan investasi Anda.

 

“Jangan sampai invstasi di pasar modal cuma ikut-ikutan, karena sedangtren. Tapi Anda tidak mengetahui apa yang mrmbuat harga saham naik dan turun dalam jangka panjang,” jelasnya. Budi menjelaskan jika ingin melakukan investasi, maka Anda harus memahami kondisi makro dan mikro ekonomi untuk mengetahui jenis saham apa yang memiliki prospek menguntungkan kedepannya.

 

“Kalau Anda sulit memahaminya, maka Anda bisa memilih instrumen seperti reksadana saham, dimana susah ada manager investasi yang akan membantu Anda dalam menyusun protofolio,” ujarnya.

 

  1. Management Risiko

 

Manajemen risiko erat kaitannya dengan karakter diri. Ada tiga jenis karakter diri dalam investasi yakni agresif, konservatif dan moderat. “Kalau Anda adalah tipe investor yang konservatif maka jangan tergesa-gesa atau mudah ikut-ikutan dengan model investasi karakter agresif. Anda harus tetap dengan karakter Anda,” jelas Budi.

 

Menurutnya dengan memahami diri dalam berinvestasi, maka Anda bisa menyesuaikan instrumen yang Anda pilih tanpa mengorbankan kondisi finansial Anda. “Jika Anda orang yang konservatif lalu menempatkan instrumen investasi pada jenis agresif, ujungnya Anda akan panik kalau tiba-tiba market berubah arah,” ungkap Budi.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *