Untuk Kesejahteraan Masyarakat, Pemkot Bandung Siapkan SLRT

inilahNEWS - BANDuNG-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan menyusun Pusat Kesejahteraan Sosial Tingkat Kelurahan melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

 

Hal tersebut terungkap saat Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Penanganan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Tono Rusdiantono dan unsur kewilayahan di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (18/7/2019).

 

“Jadi masalah-masalah masyarakat yang tidak mampu, itu bisa selesai di tingkat kelurahan,” ujar wakil wali kota.

 

Ia menilai, letak kantor kelurahan relatif lebih dekat dengan rumah warga ketimbang harus datang ke Dinas Sosial. Oleh karenanya, penyusunan Pusat Kesejahteraan Sosial tingkat Kelurahan ini menjadi hal yang harus segera direalisasikan.

 

Wakil wali kota berharap, dengan basis data yang dimiliki Pemkot Bandung melalui (basis data terpadu, red), masyarakat tidak mampu tidak perlu lagi datang ke Dinsosnangkis untuk menyelesaikan masalahnya.

 

“Ini jatuhnya sistem terpadu. Jadi dalam basis data terpadu itu sudah terdata, warga A mendapat hak apa saja, misalnya,” sambungnya.

 

Wakil wali kota menyebutkan, saat ini pemerintah tinggal mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada. Oleh karenanya, Pemkot Bandung akan melaksanakan bimbingan teknis untuk kebutuhan operasional SLRT.

 

“Dengan software yang user-friendly (mudah dioperasikan, red) dan sumber daya manusia yang juga kompatibel, saya rasa sistem ini bisa dinikmati oleh masyarakat kurang mampu di Kota Bandung,” katanya.

 

Menurut wakil wali kota, sistem ini merupakan layanan dasar untuk kesejahteraan masyarakat tidak mampu yang harus disediakan oleh pemerintah. Sehingga ia berharap dalam jangka satu bulan, Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) ini dapat diluncurkan.

 

Sementara itu Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono menyebutkan, keunggulan dari SLRT ini akan membuat seluruh layanan kesejahtetaan masyarakat menjadi satu pintu.

 

“Setelah arahan dari Pak Wakil, kami akan bekerja on the spot di lapangan,” ucapnya.

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *