Penangkapan Dan Penahanan Dapson Dinilai Non Prosedural

inilahNEWS - KAMPAR – Praperadilan penangkapan dan penahanan aktivis Dabson, aktivis penggerak massa demo  dalam kasus sengketa lahan dengan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) dinilai non prosedural.

Dalam sidang yang digelar Kamis (11/7/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang dengan agenda pembacaan permohonan, ramai dipadati warga desa Koto Aman Kecamatan Tapung.

Sebelumnya pada Senin (8/7/2019) sidang dengan nomor perkara : 3/Pid.Pra/2019/PN Bkn, jenis perkara : Sah atau tidaknya penangkapan agenda pembacaan permohonan, ditunda lantaran pihak Termohon I dan II berhalangan hadir.

10 pengacara Dapson nampak bergantian membacakan permohonan setebal 22 halaman dengan 13 permintaan dihadapan Majelis Hakim Meni Warlia, SH, MH.

 

Dabson disangkakan melangar Pasal 160 KUHP dan 335 ayat 1 sub 2 KUHP. ‎Tujuan praperadilan ini untuk mengukur keprofesional kepolisian dalam menangani perkara Dabson.

 

Tidak ada bukti yang jelas tetang status penahanan Dabson, kata Emil Salim salah seorang pengacara Dapson didampingi pengacara lain usai sidang

 

Sidang dilanjutkan pada Jum’at (12/7/2019) dengan agenda replik dan jawaban termohon I dan II.

 

Diketahui, penangkapan tersebut terkait aksi masyarakat Desa Koto Aman yang menutut pengembalian lahan seluas 1500 hektar, yang masuk dalam areal HGU PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL).  (Syailan Yusuf)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *