Lira Dan Inlaning Desak Polres Kampar Ungkap Kasus RTK

inilahNEWS - KAMPAR – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Indonesia Law Emforcement Monitoring (Inlaning) mendesak Polres Kampar untuk mengungkap oknum yang terlibat kasus kegiatan rumah tunggu kelahiran (RTK).

 

“Kita mendesak Polres Kampar untuk mengungkap dan menahan pelaku penyimpangan anggaran RTK tahun 2016-2017,” kata penasehat hukum LIRA Kampar, Ariansyah Putra didampingi kepala divisi operasional Inlaning, Syailan Yusuf, Kamis (11/7/2019)

 

Penanganan kasus harus jelas, jangan terkesan dipaksakan. Jika memang para pejabat yang diduga terlibat penyimpangan tidak memenuhi unsur, sebaiknya dikeluarkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3).

 

“Penanganan kasus hendaknya jangan terkesan setengah-setengah”, ujar Direktur Inlaning, Syailan.

 

Kapolres Kampar, melalui Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Pajri menyampaukan bahwa terkait kasus ini belum saatnya untuk dipublikasikan

 

“Nanti akan saya hubungi, saat ini masih dalam proses”, ujarnya.

 

Sementara, peringatan keras bagi para Kapolres di Indonesia diutarakan oleh Kapolri Tito Karnavian.

 

Dikutip dari stasiun TV iNews, Tito Karnavian meminta seluruh Kapolres agar bekerja maksimal dalam mengungkap sebuah kasus, jika tidak maka pergantian posisi akan dilakukan.

 

“Yang penting bagi saya adalah hasil, kalau misalnya dalam satu bulan ada kejadian tapi tak pernah terungkap, ya gantilah, ganti Kapolres, Direktur Serse, Kasat Serse, karena berarti mereka tidak bisa bekerja”

“Jabatanya akan kita berikan kepada yang mau, dan yang bisa bekerja”, tutur Tito. (lan)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *