Penumpang KA Pangandaran-Bandung Masih Membludak

inilahNEWS - BANJAR- Calon penumpang KA Pangandaran tujuan Bandung hingga H+5, Senin (10/6/2019) masih membludak. Mereka rela antri berjam-jam  untuk mendapatkan tiket Rp.1000. Bahkan mereka rela menginap di stasion untuk mendapatkan tiket antrian.

Kericuhan calon penumpang sempat terjadi ketika pintu masuk stasion KA belum dibuka sampai jam 13 Wib. Padahal sebelumya tiket antrian KA Pangandaran relasi Banjar Bandung tersebut bisa ditukar jam 11 Wib.Teriakan-teriakan emosi sempet terlontar dari arah kerumunan calon penumpang, mereka meminta kepastian dari pihak  PT KAI Stasion Banjar.

Salah seorang penumpang Aditya menuturkan, kericuhan calon penumpang terjadi  karena ketidakpastian pihak stasion.

” Dari pihak stasion bilang karena adanya overload penumpang dari stasion Tasikmalaya, tapi  itu tidak masuk logika, sementara calon penumpang dari Banjar sudah antri tiket antrian dari jam 9 malam,” ujar Aditya.

Seharusnya, kata dia, pihak stasion Banjar memberikan penjelasan kepada para calon penumpang, “jangan sampai calon penumpang merasa di PHP-in,” uajrnya.

Setelah menunggu lama, akhirnya pihak stasion Banjar mengutus salah seorang petugas untuk memberikan penjelasan kepada para calon penumpang yang sudah terlanjur emosi.

Galuh (petugas stasion Banjar) menjelaskan, bahwa tiket KA Pangandaran untuk pemberangkatan jam 13.55 Wib sudah full, dan  yang tersedia hanya tiket KA Pangandaran pemberangkatan jam 16.22, untuk relasi Banjar – Bandung, jelas Galuh.

Kalaupun ada pemberian tiket antrian itu untuk memberikan kenyamanan kepada para calon penumpang, jawab Galuh ketika disinggung soal sikap petugas stasion yang seperti mem-PHP- in para calon penumpang.

 

Para calon penumpang pun masih tetap rela menunggu sampai pintu masuk untuk penukaran tiket antrian ke tiket tujuan, walaupun itu belum menjadi jaminan mereka bisa mendapatkan tiket untuk menaiki KA Pangandaran.(Lies)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *