Di Vonis 8 Tahun Penjara, Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Ajukan Banding

inilahNEWS - JAKARTA- Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, mengajukan banding atas vonis delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar  oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Atas putusan tersebut, Karen menyatakan akan memutuskan banding yang dijatuhkan vonis oleh majelis hakim itu sendiri lebih rendah dibandingkan tuntuntan jaksa penuntut. Dalam sidang sebelumnya, JPU menuntut Karen agar dikurung lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier enam bulan kurungan,” kata Hakim Ketua Emilia Djaja Subagiasaat usai membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Pusat , Senin (10/6/2019) kemarin.

 

Jaksa meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman tersebut karena menyatakan Karen terbukti melakukan korupsi investasi perusahaan di blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia. Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut Karen telah melanggar prosedur investasi sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp.568 miliar.

 

Karen juga dinilai telah merusak tata kelola perusahaan, dan terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, dalam sidang pada 24 Mei lalu. Dalam perkara ini, Karen didakwa memperkaya dirinya dan perusahaan ROC, Ltd Australia sehingga merugikan negara sebesar Rp.568 miliar,” ujarnya..

Kasus ini terjadi pada 2009, ketika Pertamina melakukan akuisisi (Investasi Nonrutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di blok BMG Australia berdasarkan perjanjian pada 27 Mei 2009 lalu. Tanpa surat perintah, Karen dan jajaran direksi disebut menyetujui untuk melakukan akuisisi blok BMG. (dade)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *