Persoalan Izin Vinz Pavilion Di Jalan Kepu Timur Raya  Dipertanyakan   

inilahNEWS - JAKARTA- Kost-kostan (Vinz Pavilion) milik Melvin Odarlic Haliman di jalan Kepu Timur Raya Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat yang belakangan santer disebut berubah fungsi  menjadi hotel, diduga memang belum mengantongi izin.

Hal ini berdasarkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari kelurahan, kecamatan,  Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan  Dinas terkait.

Seperti diberitakan sebelumnya, baik lurah maupun camat masing-masing mengaku belum pernah menandatangani surat apapun terkait perubahan fungsi tersebut. Menurut mereka tidak pernah ada berkas permohonan atau pengajuan yang diajukan ke kelurahan dan kecamatan terkait perubahan fungsi dari kost-kostan menjadi hotel.

Kepala Bagian Tata Usaha  PTSP, Aryo Martanto pun saat dikonfirmasi mengaku belum pernah didatangi oleh pemohon untuk mengurus izin. “Setau saya, belum pernah ada yang datang untuk mengurus perizinan. Namun saya akan konfirmasi lagi ke teman-teman di wilayah,” kata Aryo dikantornya kemarin ini.

Fungsi PTSP, kata Aryo, memang pada penerbitan izin dan non izin di Jakarta. Sedangkan dalam hal pengawasan ada pada teman-teman dinas teknis, misalnya IMB ada tata ruang, kegiatan pariwisata ada sudinnya.

“Kita posisinya memang menerima permohonan izin dari masyarakat. Kalaupun ada temuan dari mayarakat nanti kita bisa bisa klarifikasi bareng-bareng. Intinya koridornya harus jelas dulu, dan aturannya boleh atau tidak, nantinya ada dasar aturan dan untuk soal kost-kostan yang berubah fungsi ini  kita juga cek bareng-bareng,” ungkap Aryo.

Aryo menjelaskan semua ada koridor aturannya tidak bisa melegalkan izin tanpa dasar aturan yang jelas,”  Misalnya rumah, selama berada pada zona warna kuning berarti boleh, ada juga kegiatan zona perumahaan boleh tapi bersyarat, tergantung kegiatannya. Misalkan izin kost di perumahaan boleh dan tidak masalah, yang penting kita mengikuti Perda 21 Tahun 2014 untuk kegiatannya. Artinya kita harus lihat dulu kegiatan dan aturannya singkron gak, kalau memang aturannya ada memang kita bisa oke kan. Tapi kalau tidak, ya kita tolak,” jelas Aryo.

Namun terkait keberadaan kost-kostan yang berubah menjadi hotel, kata Aryo, memang harus melengkapi izin,” Mengurus izin hotel ada syarat-syaratnya, kita lihat memenuhi syarat atau tidak yang di mohonkan. Misalkan ada syaratnya izin gangguan harus meminta persetujuan kanan kiri dan depan belakang. Makanya tergantung dia bisa tidak  memenuhi persyaratannya,” kata Aryo.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, salah seorang pengelola hotel,Harling mengaku jika hotel yang dikelolanya memang kost-kostan dan bukan hotel. Menurutnya, yang di kerjasamakan dengan aplikasi Red Doorz adalah memang kost-kostan dan bukan hotel seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.

“Kita kerjasama dengan aplikasi Red Doorz itu kost-kostan  dan bukan bukan hotel. Lagi pula kita sudah bayar pajar kok. Itu artinya kita sudah memenuhi aturan,” kata Harling melalui sambungan telepon belum lama ini.

Harling menolak jika pihaknya disebut merubah funsgi dari kost-kostan ke hotel. Karena, kata dia, memang kerjasama dengan Red Doorz itu adalah kost-kostan.

“ jadi perlu diluruskan, bahwa kami tidak berubah menjadi hotel, tetapi memang kost-kostan,’ kata dia.

Menurut Harling, justru pihaknya taat aturan,” Semula vinz pavilion itu adalah rumah tinggal. Dan kita urus izin kostnya ke kelurahan. Bahkan ini kita juga baru beres mengurus KRK nya,” kata Harling.

Meski demikian ia mengaku memang ada gejolak di warga sekitar. “ namun kemarin sudah kita lakukan pertemuan di kantor kecamatan. Dan sudah clear,” kata dia.

Sementara itu, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak red Doorz terkait isi kerjasama dengan vinz pavilion. (tim)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *