bjb-debit-card-solusi-transaksi-anda

Polisi Dalami Kasus Dugaan Kesaksian Palsu

inilahNEWS - LAHAT – Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Lahat, tengah mendalami kasus dugaan keterangan palsu dari seorang warga yang diketahui bernama Arsal (61).

Ia diduga telah memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi pada sidang kasus penyerobotan lahan warga oleh PT. Arta Prigel, yang dilaporkan oleh Asnawi (74) beberapa waktu lalu ke Polres Lahat.

“Proses hukum kasus tersebut masih dalam pemeriksaan saksi-saksi,” kata Satreskrim Polres Lahat, AKP. Satria Dwi Dharma melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/5/2019).

Satria mengatakan telah menerima Surat Tanda Terima Laporan Polisi dari Asnawi bernomor LP. B / 44 / III / RES-LAHAT / POLDA SUMSEL, dalam perkara Keterangan Palsu atau Pasal 242 KUHP Ayat (1). “Tapi, saat ini masih akan kami pelajari dahulu kasus tersebut,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Syamsul Rijal, salah seorang saksi, mengaku dirinya telah memberikan keterangan sebagai saksi di depan penyidik Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Lahat.

“Kepada penyidik, saya memberikan kesaksian saat persidangan berlangsung waktu itu saya mengetahui dengan cara melihat dan mendengar dengan jelas bahwa Arsal mengatakan tanah yang sedang disengketakan antara perusahaan dan warga itu milik Asnawi,” ucap Syamsul.

Syamsul menambahkan, selain dirinya ada juga Dahlian yang dipanggil oleh Penyidik Unit Pidum tersebut untuk dimintai keterangan sebagai saksi saat sidang berlangsung waktu itu. Dan, masih banyak lagi orang yang siap menjadi saksi jika dibutuhkan Satreskrim Polres Lahat, karena sidang kala itu berlangsung terbuka untuk umum. Jadi, banyak orang melihat dan mendengarnya.

Seperti yang sebelumnya banyak diberitakan di media, bahwa perkara sengketa tanah dalam sidang dugaan penyerobotan lahan milik keluarga Dahlian (55), warga Desa Talang Sawah Kecamatan Lahat Selatan oleh PT. Arta Prigel, beberapa waktu lalu telah diputuskan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lahat. Namun, kini timbul permasalahan baru alias berbuntut panjang.

“Karena Arsal, salah seorang saksi yang dihadirkan PT. Arta Prigel untuk membela perusahaan sawit itu menyebut nama saya selaku pemilik tanah sengketa dihadapan majelis hakim dan pengunjung sidang. Padahal saya tidak ada lahan di lokasi yang dimaksud Arsal. Artinya Arsal telah berbohong saat sidang sebelumnya,” ujar Asnawi, saat ditemui usai dirinya melaporan ke SPKT Polres Lahat beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Firnanda selaku pengacara mengaku kedatangannya ke Polres Lahat mendampingi klien karena perkara sidang tanah telah ketuk palu. Hal ini, menyangkut dugaan kebohongan Arsal saat memberikan kesaksian di hadapan hakim dan pengunjung. Penyebab itulah, klienya ingin minta bantuan hukum demi keadilan hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini, tuturnya.

Humas PN Lahat, Dicky Syarifudin. SH, MH, yang juga anggota majelis hakim, saat sidang perkara tanah tersebut ketika dimintai keterangannya, ia tidak mau berkomentar. “No Coment rekan,” ucapnya singkat. (Daf/Ron)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *