Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

inilahNEWS - BANDUNG-Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede–Pangrango (BBTNGGP) selaku pihak pengelola kawasan, pada tanggal 10 April 2019 kemarin, mengeluarkan tiga Surat Edaran yang sifatnya mendadak dan jangka panjang   tentang ditutupnya kembali wisata pendakian untuk umum dengan alasan – alasan sebagai berikut:

  1. Untuk mensukseskan Pemilu (Pemilihan Umum) di Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango pada tanggal 16 sampai dengan 17 April 2019 selama 2 hari pendakian untuk umum ditutup.
  2. Akan diadakannya even trail running di Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango pada tanggal  26 sampai dengan 28 April 2019 selama 3 hari pendakian untuk umum ditutup.
  3. Mengingat : (1). Pendakian di Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango merupakan salah satu yang mengandung resiko tinggi terjadi kecelakaan dan berupa hipotermia atau sakit, dan apabila terjadi kecelakaan memerlukan evakuasi yang melibatkan baik petugas,volunteer maupun pihak lain.(2).Pada tanggal 3 sampai dengan 9 juni 2019 selama 7 hari merupakan libur bersama dalam rangka hari raya Idil Fitri 1440 hijriah. Maka pendakian di Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango pada tanggal 3 sampai dengan 9 juni 2019 ditutup untuk umum.

Sekretaris Sukarelawan Montana, M. Arif Gunawan  mengatakan, pihaknya menyambut baik ketiga surat edaran tersebut. Karena bisa mencegah adanya korban kecelakaan pada pendakian.

mengingat tingkat kecelakaan dari tahun ketahun semakin meningkat,bahkan ada pengunjung pendakian yang meninggal dunia, disebabkan kurang kesiapan secara fisik dan minimnya perbekalan yang mereka bawa.

Mereka selaalu mengingatkan apa yang menjadi aturan dan larangan memasuki kawasan taman Nasional Gunung Gede – Pangrango.  juga mengingatkan kelengkapan peralatan pendakian dan perbekalan berupa bahan  makanan dan obat – obatan yang menjadi kebutuhan pokok  dalam melakukan wisata pendakian demi keamanan dan kenyamanan mereka sendiri.

“ Seringkali kami menerima laporan dari kelompok – kelompok  wisatawan pendakian dengan jumlah diatas 10 orang, bahkan lebih dari jumlah tersebut meminta pertolongan evakuasi disebabkan kurangnya makanan yang mereka bawa dan tidak tahu cara penanganan anggota kelompoknya yang mengalami kecelakaan atau sakit,” ujarnya dalam rilis yang diterima Senin (15/4/2019).

Menurutnya, dari kejadian-kejadian itu, menjadi bahan evaluasi bagi semua Volunter di Gunung Gede – Pangrango dengan BBTNGGP selaku pengelola kawasan, mengingat setiap pendaki diwajibkan membawa Surat keterangan sehat dari Dokter dan melakukan  tes kesehatan pada waktu mendaftar diri untuk mengetahui penyakit bawaan masing – masing orang.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *