Ini Pesan ketua Umum Partai Rakyat Demokratik

inilahNEWS - BANDUNG-Tiga hari ke depan adalah saat-saat krusial, terutama untuk kawan-kawan yang maju sebagai calon anggota legislatif, beserta kolektif Partainya maupun tim pendukungnya.

Dengan menggunakan struktur yang sudah dibangun, pastikan konstituen yang sudah diorganisir selama ini datang ke TPS dan dipastikan juga mereka melakukan pilihan yang tepat, dengan memilih.

 

Demikian dikatakan ketua Umum partai rakyat Demokratik (PRD), Agus Jabo Priyono, dalam rilsi yang diterima Senin, (15/4/2019).

 

“ kawan-kawan, jangan lupa bahwa setelah proses pencoblosan, dengan menggunakan jaringan yang kita punya, lakukan pengawasan seketat-ketatnya, agar suara yang masuk, tidak dicuri oleh para bromocorah politik. Berapapun suara yang diperoleh, itulah nilai kepercayaan, satu amanat, yang diberikan oleh rakyat kepada kawan-kawan untuk dijaga dan diperjuangkan. Dan kepercayaan itu sesuatu yang berharga mahal, tidak boleh disia-siakan, itu adalah tabungan politik untuk perjuangan kita ke depan,” katanya.

Bagi kawan-kawan yang terpilih dan menang, kata dia, janganlah congkak dan lupa diri, karena sesungguhnya perjuangan sedang dimulai.

Menurutnya, jadikan lembaga legeslatif sebagai arena perjuangan, dengan berjuang sehebat-hebatnya untuk membela hak-hak rakyat yang hidup penuh kecemasan, karena selama ini sistem telah membuat kehidupan mereka tersingkir.

“ Dan ingatlah, jangan sampai lingkungan kekuasaan mengubah jati diri kawan-kawan, jangan menjadi selebritis politik yang genit, dengan menggunakan fasilitas yang bukan menjadi hak kawan-kawan, jangan korupsi, karena sesungguhnya kekuasaan hanyalah alat untuk membebaskan rakyat. Di manapun tempatnya, pegang teguh prinsip-prinsip perjuangan kita. Jangan khianati rakyat, jadikan Pancasila sebagai filosofi, sebagai senjata, pegangan dan pedoman kita dalam berpolitik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip hidup PRD adalah gotong royong, garis perjuangan kita adalah mengubah haluan ekonomi politik yang liberal kapitalistik, yang menjadikan 1 persen orang berkuasa atas 99 persen lainnya, (karena hal itu bertentangan dengan cita-cita Proklamasi, yang tertuang dalam Preambule UUD 1945, yang di dalamnya termaktub dasar dan tujuan negara), menjadi haluan yang menjunjung tinggi prinsip gotong royong dalam membangun Indonesia.

Kalau ada persolan, sambungnya, kembalilah kepada kolektif kawan-kawan, berdiskusi, meminta masukan, bagaimana mencari jalan keluar.

Di luar sana politik dipenuhi oleh para serigala, demi kekuasaan mereka menghalalkan sebaga cara.  Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Trisakti, NKRI, sering hanya jadi jargon politik untuk membungkus kebusukan moral politik mereka. Omong besar, tanpa isi.

 

“Buang jauh-jauh politik sektarian, karena Indonesia bukan untuk satu golongan tertentu, bukan untuk 1 persen orang, tetapi Indonesia semua untuk semua. Politik kita adalah kemanusiaan yang adil dan beradab,”tegasnya.

Ia menghimbau, jika sedang berada di depan jadilah pelopor, jadilah teladan yang baik bagi rakyat. bagi yang belum bisa memenangkan pertarungan, jangan pernah berkecil hati, jangan cengeng, jangan meratap-ratap, apalagi demoralisasi. bangun semangat kembali, jika jatuh segera bangkit kembali, galang kekuatan, bertarung kembali dengan gagah berani.

“Karena kemenangan teruntuk mereka yang berani, mereka yang terus bergerak, mereka yang membangun kekuatan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi jalan kita. salam Gotong Royong,menangkan Pancasila,” tutupnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *