GELORA BUNG KARNO DALAM SEJARAH POLITIK INDONESIA

inilahNEWS - Oleh : Wendy Hartono 

Ketua KPW – STN Jawa Barat

Menjelang beberapa hari lagi tanggal 17 april 2019 berlangsungnya Pemilu yang lebih mengerucut pada pemilihan presiden dan wakil presiden , kedua pasangan kandidat Calon presiden dan wakil presiden, dari pasangan Nomor  01 Jokowi –Ma’aruf maupun pasangan Nomor  02 Prabowo – Sandi sama – sama memperlihatkan kekuatan masa pendukung dari masing – masing pasangan calon pada setiap kampanye.

Pada hari sabtu tanggal 13 April 2019 Pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin sedang  menggelar kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno dengan mengerahkan 10.000 masa dari berbagai daerah, serta menampilkan 500 artis penyanyi  untuk memeriahkan suasana    kampanye akbar ini yang bertema,”Konser Putih Bersatu,” di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta.

Enam hari yang lalu pada tanggal 7 maret 2019 pasangan calon nomor 02 Prabowo – Sandi sudah terlebih dahulu menggelar kampanye akbar di GBK yang diklaimnya sebagai kampanye terbesar itu, diawali  dengan shalat subuh berjamahSelesai salat, acara dilanjutkan dengan munajat dan tausiah dari sejumlah ulama yang sebelumnya ikut dalam gerakan 212 –aksi massa yang mendesak mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum atas tuduhan penistaan agama.

Stadion Utama GBK yang memiliki kapasitas menampung 77.000 orang, semenjak awal dibangunnya pada masa pemerintahan Presiden Bung Karno dmulai kontruksinya 9 Febuari 1960  dan selesai pada 21 juni 1962 yang pembangunannya didanai lewat pinjaman lunak Uni Soviet senilai 12,5 juta USD untuk persiapan pesta Olahraga Asian Games Ke-IV, selain dijadikan arena pertandingan sepakbola dan kegiatan olahraga lainnya.

Upacara pembukaan Asian Games ke IV tahun 1962 dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dihadiri oleh lebih dari 110.000 orang. Pada Pidatonya Presiden R.I. Pertama Ir. Soekarno (Bung Karno) mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan tonggak sejarah bagi Bangsa Indonesia khususnya dibidang olahraga yang merupakan bagian dari Nation and Character Building, maupun dalam rangka pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

 

Setahun kemudian dilaksanakan GANEFO (Games of The New Emergencing Forces) ke 1 tahun 1963. Dengan selesainya pembangunan Gelanggang Olahraga Bung Karno pada saat itu membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu melaksanakan pembangunan sebuah komplek olahraga bertaraf international yang pada masa itu belum banyak dimiliki oleh Negara maju sekalipun. Seiring dengan perkembangan jaman maka dikomplek Gelora Bung Karno dilaksanakan berbagai pembangunan fasilitas olahraga maupun fasilitas pendukung lainnya.

 

Stadion GBK  Selain  menjadi arena lapangan pertandingan sepakbola dan kegiatan olahraga lainnya.Stadion GBK pun acapkali menjadi pusat rapat-rapat akbar, gelanggang bagi Sukarno mengumandangkan pidato-pidatonya yang berapi – api memerangi imperialis asing sebagaimana ia lakukan pada tanggal 23 mei 1965,  pada  saat PKI menggelar rapat akbar disana, pada Saat itu PKI memang salah satu partai terbesar di Indonesia dengan simpatisan hampir tiga juta sebelum terjadinya peristiwa 30 september 1965.

Stadion GBK sampai hari ini masih menjadi ajang perebutan panggung – panggung politik mengerahkan kekuatan masa pendukung memenangkan kekuasaan orang nomor satu di Indonesia menjabat sebagai presiden dan wakil presiden, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Bung Karno membangun stadion bertaraf internasional ini sebagai simbol kejayaan bangsa Indonesia  untuk membangkitkan semangat persatuan nasional melawan imperialis asing yang dimotori Amerika Serikat dan Inggris pada waktu itu.

 

 

 

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *